Laporkan Masalah

Makna Eksistensial Pengakuan Dosa Agama Katolik Dalam Perspektif Gabriel Marcel

Venerini Renistya Sasti Kelana, Drs. Farid, S.Ag.,M.Hum. ; Dr. Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M.Hum.

2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian yang berjudul “Makna Eksistensial Pengakuan Dosa Agama Katolik dalam Perspektif Gabriel Marcel” ini bermula dari adanya sebuah praktik secara formalitas pengakuan dosa. Padahal, dalam konteks filsafat eksistensialisme, pengakuan dosa berpotensi menjadi momen transformasi yang penting bagi manusia untuk menegaskan keberadaannya secara otentik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dimensi eksistensial pengakuan dosa serta menjelaskan bagaimana pemikiran Gabriel Marcel dapat memberikan kerangka filosofis yang memperkaya pemahaman terhadap sakramen ini.

Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutik filosofis. Jenis penelitian adalah studi pustaka (library research), dengan sumber utama berupa karya-karya Gabriel Marcel. Metode hermeneutik digunakan sebagai unsur metodis utama dalam menafsirkan pemikiran Marcel dan mengaitkannya dengan fenomena pengakuan dosa dalam tradisi Katolik. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengurai makna teks dan menafsirkannya secara eksistensial, yakni dalam kaitannya dengan pengalaman manusia sebagai subjek yang bebas, bertanggung jawab, dan mendambakan makna.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan dosa dalam tradisi Katolik, apabila dijalani secara sadar dan mendalam, memiliki kapasitas sebagai tindakan transformasi eksistensial. Pertama, pengakuan dosa merupakan jalan untuk mengalami transendensi diri, yaitu transformasi yang mengantar manusia pada keotentikan dan integrasi batin melalui penyesalan dan penerimaan akan kasih yang memulihkan. Kedua, pemikiran Gabriel Marcel melalui konsep mystery of being, being vs having, relasi antarpribadi, harapan, serta kritik terhadap masyarakat modern, menunjukkan bahwa pengakuan dosa adalah momen perjumpaan eksistensial yang mengembalikan manusia pada relasi otentik dengan diri, sesama, dan Tuhan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa filsafat dapat memperkaya praksis keagamaan, dan pengakuan dosa bukan semata kewajiban dogmatis, melainkan ruang pemulihan eksistensial yang relevan sepanjang zaman.

This study entitled “The Existential Meaning of Confession in Catholicism from the Perspective of Gabriel Marcel,” originated from the formal practice of confession. However, in the context of existentialist philosophy, confession has the potential to be an important moment of transformation for humans to affirm their authentic existence. This study aims to explore the existential dimensions of confession and explain how Gabriel Marcel's thinking can provide a philosophical framework that enriches our understanding of this sacrament.

This study uses a qualitative research model with a philosophical hermeneutic approach. The type of research is library research, with the main sources being the works of Gabriel Marcel. The hermeneutic method is used as the main methodological element in interpreting Marcel's thoughts and relating them to the phenomenon of confession in the Catholic tradition. This approach allows the researcher to unravel the meaning of the text and interpret it existentially, namely in relation to human experience as a free, responsible subject who longs for meaning.

The results of the study show that confession in the Catholic tradition, when undertaken consciously and deeply, has the capacity to be an act of existential transformation. First, confession is a path to experiencing self-transcendence, namely a transformation that leads humans to authenticity and inner integration through repentance and acceptance of restorative love. Second, Gabriel Marcel's thinking through the concepts of the mystery of being, being vs having, interpersonal relationships, hope, and criticism of modern society, shows that confession is a moment of existential encounter that restores humans to an authentic relationship with themselves, others, and God. Thus, this study affirms that philosophy can enrich religious practice, and confession is not merely a dogmatic obligation, but a space for existential restoration that is relevant throughout the ages.

Kata Kunci : Pengakuan Dosa, makna eksistensialis, Gabriel Marcel, John Paul II, transformasi eksistensial.

  1. S1-2025-493730-abstract.pdf  
  2. S1-2025-493730-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-493730-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-493730-title.pdf