Makna Tradisi Majemukan di Dusun Karen Bantul dalam Perspektif Filsafat Damardjati Supadjar
Nasya Putri Adha, Fitri Alfariz, S. Fil., M. Phil. / Drs. Budisutrisna, M.Hum.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Penelitian ini berjudul Makna Tradisi Majemukan di Dusun Karen Bantul dalam Perspektif Filsafat Damardjati Supadjar. Latar belakang dari penelitian ini yaitu kondisi masyarakat Dusun Karen yang masih tetap melaksanakan tradisi Majemukan di tengah pengaruh budaya dan agama yang semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk; pertama, mengetahui alasan dasar masyarakat Dusun Karen masih melakukan tradisi Majemukan. Kedua, mendeskirpsikan pemahaman mengenai pemikiran filsafat Damardjati Supadjar. Ketiga. menganalisis secara kritis rangkaian tradisi Majemukan dilihat dari pemikiran filsafat Damardjati Supadjar tentang realitas yang bersistem, berjenjang, berstruktur, dan berproses.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dari sumber kepustakaan di dukung dengan data wawancara. Penelitian ini menggunakan metode interpretasi, kesinambungan historis dan deskripsi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, masyarakat Dusun Karen masih melakukan tradisi Majemukan hingga saat ini dengan adanya akulturasi antara budaya Jawa dengan ajaran agama Islam. Kedua, pemahaman filosofis mengenai pemikiran filsafat Damardjati Supadjar bahwa realitas itu bersistem, berjenjang, berstruktur, serta berpoeses meliputi awal-akhir, lahir dan batin. Ketiga, rangkaian kegiatan dalam tradisi Majemukan mengandung makna terkait dengan pemikiran filsafat Damardjati Supadjar yaitu untuk memahami realitas masyarakat relah melalui proses awal-akhir dan lahir-batin.
The research is entitled "The Meaning of the Majemukan Tradition in Karen Hamlet Bantul in the Perspective of Damardjati Supadjar's Philosophy". The background of this research is the condition of the Karen Hamlet community who still carries out the Majemukan tradition amidst the growing influence of culture and religion. The research aims to; first, find out the basic reasons why the Karen Hamlet community still carries out the Majemukan tradition. Second, describe the understanding of Damardjati Supadjar's philosophical thought. Third, critically analyze the series of Majemukan traditions seen form the philosophical thinking of Damardjati Supadjar about systematic, hierarchical, structured and processual reality.
The research is a qualitative study with a descriptive interpretative approach. Data collection techniques used were literature sources supported by interview data. This research employed interpretation, historical continuity, and description methods.
The results of this study indicate that; first, the Karen Hamlet community still carries out the Majemukan tradition to this day with the acculturation between Javanese culture and Islamic teachings. Second, the philosophical understanding of Damardjati Supadjar's philosophical thoughts that reality is systematic, hierarchical, structured, and a process that includes the beginning and end, birth and soul. Third, the series of activities in the Majemukan tradition contain meanings related to Damardjati Supadjar's philosophical thoughts, namely to understand the reality of society has gone through a process of beginning and end and birth and soul.
Kata Kunci : Kata Kunci: tradisi Majemukan, filsafat Damardjati Supadjar, hakikat realitas. / Keywords: Majemukan tradition, Damardjati Supadjar's philosophy, the essence of reality.