Laporkan Masalah

Mengapa Masih Bertahan? Menelusuri Eksistensi Tambang Emas Tradisional di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Pramadita Tiara Wardani, Prof. Dr. Setiadi, S. Sos., M. Si

2025 | Tesis | S2 Antropologi

Aktivitas pertambangan emas yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sumberagung menunjukkan kondisi yang kontradiktif. Di satu sisi, pertambangan ini menjadi sumber pendapatan utama bagi penduduk yang sulit mendapatkan pekerjaan lain. Kegiatan ini menggerakkan ekonomi desa dan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun di sisi lain, praktik pertambangan ini seringkali menghadapi berbagai persoalan yang rumit. Penelitian ini menelusuri eksistensi, faktor kebertahanan dan mekanisme kerja pertambangan emas tradisional di Desa Sumberagung. Penelitian ini menggunakan studi etnografi dan pendekatan kualitatif, dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipasi dan studi dokumen yang mengidentifikasi faktor-faktor yang memungkinkan keberlangsungan pertambangan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas ini didorong oleh rasionalitas high payoff dan likuiditas cepat, yang mereproduksi ketimpangan kelas internal melalui sistem bagi hasil berbasis modal. Eksistensi PETI dilanggengkan oleh regulasi negara yang ambigu dan jaringan patronase lokal, di mana rente politik dipertukarkan dengan toleransi operasional. Penambang menggunakan modal teknis non-formal dan solidaritas kolektif sebagai strategi mitigasi risiko. Dengan demikian, PETI berfungsi sebagai ekosistem ekonomi mandiri yang berkelanjutan bukan hanya karena kekuatan internal, tetapi karena kemampuannya untuk membeli toleransi politik di tengah ketiadaan akses formal, mencerminkan strategi survival yang resilient di bawah tekanan struktural.

Gold mining activities carried out by the community of Sumberagung Village show contradictory conditions. On the one hand, this mining is a major source of income for residents who find it difficult to find other jobs. This activity drives the village economy and provides economic opportunities for the local community. However, on the other hand, these mining practices often face various complex problems. This study explores the existence, sustainability factors, and working mechanisms of traditional gold mining in Sumberagung Village. It uses ethnographic studies and a qualitative approach, with in-depth interviews, participatory observation, and document studies to identify the factors that enable the sustainability of this mining. The results show that this activity is driven by high payoff rationality and quick liquidity, which reproduce internal class inequality through a capital-based profit-sharing system. The existence of PETI is perpetuated by ambiguous state regulations and local patronage networks, where political rent is exchanged for operational tolerance. Miners use non-formal technical capital and collective solidarity as risk mitigation strategies. Thus, PETI functions as a sustainable, self-contained economic ecosystem not only because of its internal strength, but also because of its ability to buy political tolerance in the absence of formal access, reflecting a resilient survival strategy under structural pressure.

Kata Kunci : Pertambangan, kesejahteraan, lingkungan, masyarakat, sosial

  1. S2-2025-529446-abstract.pdf  
  2. S2-2025-529446-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-529446-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-529446-title.pdf