Pengaruh Audit Quality terhadap Earnings Management dengan Key Audit Matters (KAM) sebagai Variabel Mediasi: Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Barang Baku yang Tedaftar pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2024
Kelysha Leoda Ngatasha, Rijadh Djatu Winardi, S.E., M.Sc., Ph.D., CFE., CFrA., CACP., CTA., ACPA.
2025 | Skripsi | AKUNTANSI
Transparansi
laporan keuangan merupakan hal yang krusial dalam menjaga kepercayaan investor.
Namun, praktik manajemen laba semakin marak dilakukan karena adanya asimetri
informasi. Untuk menjembatani hal tersebut, auditor ekternal dipercayai untuk
mengungkapkan temuan audit terutama pada area berisiko tinggi. Dengan
diberlakukannya Standar Audit 701 oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI)
pada tahun 2022, pengungkapan Hal Audit Utama (HAU) diharapkan dapat memperkuat
transparansi laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh
kualitas audit (audit quality; AQ), yang diukur melalui proksi auditor
Big 4 dan non-Big 4, terhadap potensi manajemen laba (earnings management;
EM), yang diukur melalui discretionary accruals (DAC) dengan model
Modified Jones. HAU juga turut diuji sebagai variabel mediasi antara kedua
variabel tersebut. Penelitian juga menggunakan dua variabel kontrol lainnya
yaitu ukuran perusahaan dan profitabilitas (Return on Asset). Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling.
Hasil data observasi terdiri atas 80 perusahaan dalam sektor barang baku dalam
rentang waktu 2022-2024 (3 tahun). Data diperoleh dari laporan keuangan dan
laporan auditor independen yang kemudian diolah menggunakan EViews 13 dengan
metode analisis regresi data panel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas
audit berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap HAU, HAU berpengaruh
negatif tetapi tidak signifikan terhadap manajemen laba, dan kualitas audit
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba. HAU juga tidak
memiliki peran mediasi terhadap hubungan kualitas audit dan manajemen laba.
Financial statement transparency is crucial in maintaining investor trust. However, earnings management practices are increasingly prevalent due to asymmetric information between management and stakeholders. To bridge this gap, external auditors are expected to disclose audit findings, particularly in high-risk areas. With the implementation of Audit Standard 701 by Indonesian Institute of Certified Public Accountants (IICPA) in 2022, the disclosure of Key Audit Matters (KAM) is expected to strengthen financial statement transparency. This study aims to examine the effect of audit quality (AQ), measured using the proxy of Big 4 and non-Big 4 auditors, on earnings management (EM), measured through discretionary accruals (DAC) using the Modified Jones model. KAM is also tested as a mediating variable between the two. Additionally, firm size and profitability (Return on Assets) are included as control variables. This research employs a quantitative approach using the purposive sampling method. The sample consists of 80 companies in the basic materials sector over the period of 2022–2024 (3 years). Data were obtained from financial statements and independent auditor reports and analyzed using EViews 13 with panel data regression analysis. The results show that audit quality has a positive but insignificant effect on KAM, KAM has a negative but insignificant effect on earnings management, and audit quality has a negative and significant effect on earnings management. Furthermore, KAM does not play a mediating role in the relationship between audit quality and earnings management.
Kata Kunci : Kualitas Audit, Manajemen Laba, Hal Audit Utama (HAU), Ukuran Perusahaan, Return on Asset (ROA)