Identifikasi sektor/subsektor basis di Provinsi Kalimantan Barat, 1993-2003
WILYO, Alexander, Prof.Dr. Prasetyo Soepono, MA.,MBA
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor/subsektor basis dan nonbasis dan mengurai kinerja perubahan sektor/subsektor di Provinsi Kalimantan Barat selama periode tahun 1993-2003. Adapun wilayah yang dijadikan obyek penelitian adalah wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Provinsi Kalimantan Barat dan Pendapatan Domestik Bruto Nasional Tanpa Migas periode 1993-2003. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ), dan analisis Shift-Share klasik, Esteban-Marquillas, dan Arcelus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga sektor yang selalu menunjukkan sebagai sektor basis baik pada periode sebelum maupun setelah krisis ekonomi, yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor pengangkutan dan komunikasi. Subsektor yang menunjukkan sebagai subsektor basis selama periode sebelum dan sesudah krisis ekonomi adalah subsektor tanaman perkebunan, subsektor kehutanan, subsektor perdagangan besar dan eceran, subsektor pengangkutan, subsektor lembaga keuangan tanpa bank dan jasa penunjang keuangan, subsektor sewa bangunan, dan subsektor pemerintahan umum. Pada periode antara tahun 1993 sampai dengan tahun 2003, hampir tidak ada perubahan yang berarti pada sektor-sektor basis di Provinsi Kalimantan Barat. Sektor basis tetap pada tiga sektor yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor pengangkutan dan komunikasi. Subsektor menunjukkan adanya pergeseran pada periode antara tahun 1993 sampai dengan tahun 2003. Pada periode antara tahun 1993 sampai dengan tahun 1997 (yaitu pada waktu sebelum krisis ekonomi), ada sembilan subsektor yang menunjukkan sebagai subsektor basis, yaitu subsektor tanaman perkebunan, subsektor perikanan, subsektor peternakan, subsektor kehutanan, subsektor perdagangan besar dan eceran, subsektor pengangkutan, subsektor lembaga keuangan tanpa bank dan jasa penunjang keuangan, subsektor sewa bangunan, dan subsektor pemerintahan umum. Namun demikian, pada periode tahun 1998 sampai dengan 2003 (setelah adanya krisis ekonomi), hanya tujuh subsektor yang tergolong sebagai subsektor basis, yaitu subsektor tana man perkebunan, subsektor kehutanan, subsektor perdagangan besar dan eceran, subsektor pengangkutan, subsektor lembaga keuangan tanpa bank dan jasa penunjang keuangan, subsektor sewa bangunan, dan subsektor pemerintahan umum
This research attempted to identify the basic and non-basic sector/subsector and elaborate the performance of sector/subsector in West Kalimantan Province in the periode of 1993-2003. The object of this research was West Kalimantan Province. The data used in the research were time series data (secondary data) consisting of Gross Regional Domestic Product based on the constant price 1993 of West Kalimantan Province and National Gross Domestic Income in the periode of 1993-2003. The analysis method applied in this research were Location Quotient analysis, and Shift-Share analysis. The findings of this research indicated that there were three sectors that was used to be the basic sectors both in the period before and after economic crisis. They are agriculture sector, trading, hotel and restaurant sector, and transportation and communication sector. The subsectors that showed to be basic subsectorw during the period of before and after economic crisis were gardening plant subsector, forestry subsector, big and small trading subsector, transportation subsector, financial institution non-bank and financial support service subsector, building rent subsector, and general governmental subsector. In the periode during 1993-2003, nearly no significant change in basic sectors in West Kalimantan Province. The basic sectors were in three sectors, they were agricultural sector, trading, hotel and restaurant sector, and transportation and communication sector. The subsector showed a shift in the period of 1993- 2003. In the period during 1993 until 1997 (i.e in the time before economic crisis), there were nine subsectors showing to be the basic subsectors. They were gardening plant subsector, fishery subsector, forestry subsector, big and small trading subsector, transportation subsector, financial institution non-bank and financial support service subsector, building rent subsector, and general governmental subsector. In the period during 1998 until 2003 (after the economic crisis), there were only seven subsectors showing to be the basic subsectors. They were gardening plant subsector, forestry subsector, big and small trading subsector, transportation subsector, financial institution non-bank and financial support service subsector, building rent subsector, and general governmental subsector.
Kata Kunci : Pertumbuhan Perekonomian,Identifikasi Sektor dan Subsektor Unggulan