Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penurunan Limbah Makanan pada Rumah Tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta
YUNITA ALFINA PUSPITA SARI, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U.
2025 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Limbah makanan
mencerminkan perilaku konsumsi pangan masyarakat yang tidak sesuai dengan
kebutuhan sehari-hari. Di Indonesia, timbulan Food Loss and Waste (FLW)
diperkirakan mencapai 115–184 kg/kapita/tahun dan sebagian besar terjadi pada
tahap konsumsi, terutama pada komoditas padi dan sayuran. Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu wilayah dengan proporsi sampah sisa
makanan yang berfluktuatif, namun secara konsisten mendominasi lebih dari 50%
dibandingkan jenis sampah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis:
(1) pengaruh sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan perasaan
bersalah terhadap niat menurunkan limbah makanan rumah tangga; (2) pengaruh
persepsi kontrol perilaku dan niat terhadap perilaku penurunan limbah makanan;
(3) pengaruh nilai budaya terhadap perilaku penurunan limbah makanan; (4)
perbedaan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku penurunan limbah makanan
berdasarkan kelompok usia Generasi Z dan Y serta Generasi X dan Baby Boomer;
serta (5) peran niat sebagai variabel mediasi. Penelitian ini melibatkan 150
rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling
di Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta. Analisis data
dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least
Squares (SEM-PLS) dan Multigroup Analysis (MGA). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan
perasaan bersalah berpengaruh positif terhadap niat menurunkan limbah makanan.
Persepsi kontrol perilaku dan niat berpengaruh positif terhadap perilaku penurunan
limbah makanan, sementara nilai budaya terbukti berpengaruh signifikan terhadap
perilaku tersebut. Analisis multigrup menunjukkan adanya perbedaan faktor
penentu antar kelompok usia. Selain itu, niat berperan sebagai mediator dalam
hubungan antara perasaan bersalah dan norma subjektif terhadap perilaku penurunan
limbah makanan rumah tangga.
Food waste
reflects unsustainable food consumption behavior that does not align with daily
household needs. In Indonesia, Food Loss and Waste (FLW) is estimated to reach
115–184 kg per capita per year, with the largest proportion occurring at the
consumption stage, particularly for rice and vegetable commodities. The Special
Region of Yogyakarta is one of the areas where food waste generation fluctuates
but consistently accounts for more than 50% of total municipal solid waste
compared to other waste types. This study aims to examine: (1) the effects of
attitude, subjective norm, perceived behavioral control, and feelings of guilt
on household intention to reduce food waste; (2) the effects of perceived
behavioral control and intention on food waste reduction behavior; (3) the
influence of cultural values on food waste reduction behavior; (4) differences
in the determinants of food waste reduction behavior across age groups, namely
Generation Z and Y as well as Generation X and Baby Boomers; and (5) the mediating
role of intention in the relationships between attitude, subjective norm,
feelings of guilt, and food waste reduction behavior. The study involved 150
households selected using a proportional random sampling technique in Sleman
Regency, Bantul Regency, and Yogyakarta City. Data were analyzed using
Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) and Multigroup
Analysis (MGA). The results indicate that attitude, subjective norm, perceived
behavioral control, and feelings of guilt have positive effects on the
intention to reduce food waste. Perceived behavioral control and intention
positively influence food waste reduction behavior, while cultural values have
a significant effect on behavior. Multigroup analysis reveals differences in
the determinants of food waste reduction behavior across age groups.
Furthermore, intention acts as a mediator in the relationships between feelings
of guilt and subjective norm and household food waste reduction behavior.
Kata Kunci : penurunan limbah makanan, theory of planned behavior, nilai budaya