Laporkan Masalah

Inventarisasi persil tanah berdasarkan interpretasi ortofoto skala 1:1000 sebagian desa Singopuran kecamatan Kartosuro kabupaten Sukoharjo

Hartanto Wibowo, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Drs. Sudaryatno, M.Si.

2002 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Ketersediaan ortofoto pankromatik hitam putih skala 1:1.000 akan sangat membentu inventarisasi persil tanah, terutama untuk daerah-daerah yang belum ada peta batas persil. Ortofoto dapat menyajikan data dan informasi kenampakan tanda batas-batas persil, sesuai dengan keadaan persil sebenarnya di lapangan seperti bentuk, ukuran, dan letak persil satu terhadap letak persil-persil lainnya. Penggunaan ortofoto skala 1:1.000 dapat memberikan atau mencerminkan kenampakan obyek batas persil yang lebih rinci, serta ketelitian data geometris. Di dalam tulisan ini dikemukakan hasil penelitian dengan memanfaatkan ortofoto skala 1:1.000 untuk inventarisasi persil tanah. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi di Desa Singopuran, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk membuat peta batas persil tanah di Desa Singopuran Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah berdasarkan interpretasi orthophoto skala 1: 1.000 serta untuk mengkaji pemanfaatan orthophoto dalam pemetaan batas persil tanah melalui uji kebenaran dan uji ketelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dengan teknik interpretasi citra ortofoto yang dibantu dengan kerja lapangan. Data yang dikumpulkan berupa batas-batas persil dilakukan uji kebenaran dan uji ketelitian pada lokasi sampel. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Untuk data kualitatif, sebagai unit pengambilan sampelnya diambil bentuk penggunaan tanah utama, yaitu tanah basah, tanah kering, dan tanah bangunan dan gedung. Untuk data kuantitatif, sebagai unit sampelnya diambil berdasar keteraturan bentuk bidang, yaitu bentuk reguler, semi reguler dan irreguler. Analisis datanya dilakukan dengan membandingkan antara data hasil interpretasi ortofoto dengan data dari hasil kerja lapangan. Di dalam hal ini data hasil kerja lapangan yang dianggap paling benar. Hasil penelitian diperoleh tingkat kebenaran maupun tingkat ketelitian menunjukkan angka yang termasuk kategori sangat tinggi. Tingkat kebenaran interpretasi fungsi penutup tanah sebagai batas persil di daerah tanah basah rata-rata sebesar 94,88%, untuk daerah tanah kering rata-rata sebesar 95,23%, dan untuk daerah tanah bangunan dan gedung rata-rata sebesar 90,81%. Tingkat ketelitian luasan rata-rata pada bentuk reguler sebesar 98,99 persen, bentuk semi reguler sebesar 98,79 persen, dan pada bentuk irreguler sebesar 99,28 persen. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa menurut kriteria toleransi ketelitian luasan persil yang ditetapkan oleh BPN, citra ortofoto dapat dijadikan acuan untuk inventarisasi persil tanah.

-

Kata Kunci : Inventarisasi persil tanah,Interpretasi ortofoto,Kartosuro,Sukoharjo,Jawa Tengah

  1. S1-2002-084109-Abstract.pdf  
  2. S1-2002-084109-Bibliography.pdf  
  3. S1-2002-084109-TableofContent.pdf  
  4. S1-2002-084109-Title.pdf