Evaluasi kemampuan lahan dan tingkat bahaya erosi untuk penatagunaan lahan disub daerah aliran sungai Galeh kabupaten Semarang Jawa Tengah
Harfiyadi, Drs. Suratman, M.Sc.
2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan di Sub Daerah Aliran Sungai Galeh yang secara administrasi sebagian termasuk wilayah Kecamatan Jambu dan sebagian termasuk wilayah Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat bahaya erosi dan persebarannya, mengetahui kelas kemampuan lahan serta penyusunan arahan penatagunaan lahan di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu pemerolehan data dengan cara pengamatan, pengukuran dan pencatatan terhadap fenomena yang diteliti. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan keruangan dengan satuan lahan sebagai satuan pemetaan. Peta satuan lahan diperoleh dari hasil tumpang susun antara peta satuan bentuklahan, peta kemiringan lereng dan peta penggunaan lahan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified purposive sampling. Tingkat bahaya erosi ditentukan berdasarkan klasifikasi tingkat bahaya erosi dari Departemen Kehutanan, klasifikasi kemampuan lahan ditentukan dengan menggunakan metode matching, arahan penatagunaan lahan didasarkan pada tumpang susun antara kelas kemampuan lahan, tingkat bahaya erosi dan zonasi Sub DAS Galeh. Hasil penelitian diketahui bahwa persebaran tingkat bahaya erosi sangat berat seluas 1722 ha atau 32,53%, tingkat bahaya erosi berat seluas 312 ha atau 5,89%, tingkat bahaya erosi sedang seluas 663 ha atau 12,52%, tingkat bahaya erosi ringan seluas 705 atau 13,31% dan tingkat bahaya erosi sangat ringan seluas 1891 ha atau 35,72%. Untuk evaluasi kemampuan lahan, diketahui di daerah penelitian lahan yang dapat digarap untuk budidaya tanaman pertanian seluas 3166 ha atau 59,80%, sedangkan lahan yang tidak dapat digarap seluas 2127 ha atau 40,18%. Arahan penatagunaan lahan di daerah penelitian di bagi menjadi empat yaitu kawasan fungsi lindung, fungsi penyangga, fungsi budidaya tanaman tahunan dan fungsi budidaya tanaman semusim dan permukiman. Berdasarkan zonasi dari Sub DAS Galeh, bagian hulu dimanfaatkan khusus untuk kawasan fungsi lindung, bagian tengah dapat dimanfaatkan untuk kawasan budidaya tanaman tahunan dan kawasan penyangga, sedangkan untuk bagian bawah/hilir, secara umum dapat digunakan untuk kawasan budidaya tanaman semusim dan permukiman.
This research was carried out in Galeh River Basin it is located in Jambu and Banyubiru Subdistricts, Semarang District, Central Java. It aimed of the study to know soil erosion hazard levels and their distribution, land capability classes and make the land use planning in the research area. The method used in this research area were survey method, that is to achive data by mean of measuring, observation and registration of phenomenon. Spatial approach by land units as mapping units was used in this research. Land unit map was made from overlays between landform unit map, land slope map and land use map. Stratified purposive sampling method was conducted to take the sample. The soil erosion hazard levels was detected based on classification of soil erosion hazard levels by Department of Forestry. The land capability classes was detected by matching method. The land use planning based on overlay by land capability classes, soil erosion hazard levels and zonation Galeh River Basin area. Result showed that research area distribution devided into five soil erosion hazard levels, very heavy level with 1722 ha or 32,53%, heavy level with 312 ha or 5,89%, middle level with 663 ha or 12,52%, lower level with 705 or 13,31% and very low level with 1891 ha or 35,72%. Land capability evaluation showed that research area for arable land with 3166 ha or 59,88%, for non arable land with 2127 ha or 40,18%. Landuse planning in research area are devided into four area: protection function area, buffer function area, annual horticulture area, season horticulture and seatlement area. Based on zonation Galeh River Basin, apart of upper stream was used for protection function area, apart of middle stream was used for annual horticulture area and buffer function area, apart lower stream was used for season horticulture area and seatlement area
Kata Kunci : Evaluasi kemampuan lahan,Bahaya erosi,Penatagunaan lahan,Semarang,Jawa Tengah