Laporkan Masalah

Tingkat kesuburan tanah pada lahan kering disebagian desa Jatibalur kecamatan Gemolong kabupaten Sragen Jawa Tengah

Fauziyaturrohmah, Drs. Tukidal Yunianto, M.Sc.

2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini berjudul Tingkat Kesuburan Tanah Lahan Kering Daerah Jatibatur Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah fisik, kimia dan total. Daerah penelitian diambil dari sebagian Desa Jatibatur yang terletak di Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen. Daerah penelitian seluas 22,3 hektar merupakan lahan kering dengan tanaman berupa padi gogo, ketela, jagung dan kacang tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan cara cuplikan acak terstrata (stratified random sampling). Strata yang digunakan adalah satuan lahan disusun berdasarkan peta kemiringan lereng dan peta persebaran tanaman. Peta kemiringan lereng dihasilkan dari interpretasi peta kontur skala 1: 4.000 dan peta persebaran tanaman dihasilkan dari peta hak milik skala 1:4.000 dengan data kepemilikan lahan yang berisikan informasi mengenai pergiliran tanaman dan jenis tanamannya. Hasil tumpang susun peta kemiringan lereng dan peta persebaran tanaman menghasilkan peta satuan lahan yang digunakan sebagai dasar dalam uji lapangan dan pengambilan sampel tanah untuk analisis di laboratorium. Analisis tingkat kesuburan tanah yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Pusat Penelitian Tanah tahun 1983 yang dimodifikasi dengan kriteria kesuburan tanah menurut Suhardjo (1983), Sitorus (1985) dan Witjaksono (1964). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesuburan fisik tanah memiliki variasi dari rendah sampai dengan sedang. Sebagian besar (kurang lebih 65 persen) dapat dikategorikan tingkat kesuburan tanah sedang dan dan sisanya merupakan tingkat kesuburan tanah rendah.. Berdasarkan hasil analisis tingkat kesuburan kimia tanah kurang lebih setengah dari seluruh daerah penelitian memiliki tingkat kesuburan kimia rendah dan sekitar 35 persen merupakan tingkat kesuburan tanah sedang dan sisanya merupakan tingkat kesuburan kimia tanah tinggi. Kombinasi dari tingkat kesuburan fisik dan kimia tanah yaitu kesuburan total tanah menunjukkan bahwa sebagian besar daerah penelitian didominasi oleh tingkat kesuburan rendah dan sekitar seperempat bagian menempati wilayah yang memiliki tingkat kesuburan sedang dan sisanya (kurang lebih 16 persen) menempati tingkat kesuburan tanah tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan lahan khususnya lahan kering di Desa Jatibatur.

The tittle of this research is Dryland Soil Fertility in Jatibatur Village, Gemolong Subdistrict, Sragen Regency. The aim of this research is to investigate physical, chemical and total soil fertility. The research was carried out in part of Jatibatur Village which is located at Gemolong Subdistrict, Sragen Regency. The study area was 22,3 hectars consisted of dryland with annual crops such as upland rice, cassava, corn and peanut. The survey method was using stratified random sampling method to select soil samples. The strata was used based on slope and crop type distribution maps. The slope map was developed based on interpretation of contour map while the crop type and distribution map was derived from land ownership map containing information about crop rotation and plant species. The slope and crop type distribution map were then overlaid to develop land unit map. The analyses refers to the category made by the 1983 Center of Soil Research and modified with soil fertility criteria by Suhardjo (1983), Sitorus (1985) and Witjaksono (1964). Using physical measure, the result shows that the soil fertility varies from low to moderate. The larger part (65,02%) of the soil can be categorized as moderate level while the rest is as low level of fertility (34,98%). In contrast, using chemical measure it can be found that almost half of the soil (48,8%) is low fertile soil and 35,43% of the soil is included in moderate level. Interestingly, 15,69 percent of the soil is highly fertile soil. Combining these two aspect, the result shows that most of the area (60,54%) is low level fertility soil. There is almost a quarter (23,77%) having moderate level of fertility and 15.69 percent which categorize as high level of fertile land. From this research have the expectation that it can be used as consideration of land management especially of the dryland in the Jatibatur Village.

Kata Kunci : Kesuburan tanah,Lahan keringa,Gemolong,Sragen,Jawa Tengah

  1. S1-2002-122440-Abstract.pdf  
  2. S1-2002-122440-Bibliography.pdf  
  3. S1-2002-122440-TableofContent.pdf  
  4. S1-2002-122440-Title.pdf