Laporkan Masalah

Potensi obyek wisata kawasan adat ammatoa didesa Tana Toa kecamatan Kajang kabuapten Bulukumba Sulawesi Selatan

Faisal Akmal, Drs. Sujali, M.S.; Drs. M. Baiquni, M.A.

2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan yang mempunyai jenis obyek wisata beragam, salah satunya adalah obyek wisata Kawasan Adat Ammatoa, disamping itu masih banyak obyek-obyek wisata lainnya yang dinilai potensial untuk dikembangkan, baik berupa obyek wisata alam, obyek wisata budaya, maupun obyek wisata minat khusus, yang tersebar di 7 wilayah kecamatan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi daya tarik wisata yang terdapat di Kawasan Adat Ammatoa, mengidentifikasi potensi obyek wisata Kawasan Adat Ammatoa didalam rangka mendukung pengembangan kepariwisataan, serta membuat arahan pengembangan kepariwisataan di Kawasan Adat Ammatoa. Metode penelitian ini menggunakan metoda wawancara secara mendalam (indepth interview) dengan penentuan daerah penelitian secara purposive. Variabel penelitian yang digunakan untuk menilai potensi obyek wisata, meliputi kondisi fisik obyek wisata, kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar, kondisi obyek daerah tujuan wisata, dan kondisi infrastruktur & fasilitas penunjang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, yang ditunjang dengan data sekunder yang diperoleh dari hasil pencatatan data pada instansi-instansi pemerintahan yang terkait dengan penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis skoring sebagai dasar klasifikasi potensi obyek wisata dan analisis SWOT sebagai dasar penyusunan arahan pengembangan kepariwisataan di daerah ini. Hasil penelitian diketahui bahwa obyek wisata Kawasan Adat Ammatoa mempunyai 10 daya tarik wisata yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kepariwisataan di daerah ini, yaitu makam kuno, situs bersejarah, rumah adat, hutan adat, pakaian adat, makanan, pola kehidupan, agama dan sistem kepercayaan, pesta rakyat dan upacara ritual, serta atraksi kesenian tradisional. Disamping itu, diketahui pula bahwa obyek wisata Kawasan Adat Ammatoa termasuk ke dalam kelas 2 yang mempunyai potensi sedang untuk dikembangkan. Dengan mempertimbangkan potensi obyek wisata ini, maka arah pengembangan yang dapat dilaksanakan di Kawasan Adat Ammatoa meliputi pembangunan sarana dan prasarana penunjang yang sampai saat ini belum tersedia, seperti kantor pos, telepon umum, puskesmas, rumah makan, pusat perbelanjaan, bank, dan toko souvenir, yang dapat dibangun di luar kawasan adat, pengembangan sumberdaya manusia (SDM) lokal yang berkualitas dan profesional pada sektor pariwisata melalui pemberian pendidikan, pelatihan, dan ketrampilan yang dapat menunjang kegiatan kepariwisataan di daerah ini, serta meningkatkan frekuensi kendaraan umum menuju lokasi obyek wisata dengan jalan memperbanyak sarana angkutan umum. Program pengembangan di Kawasan Adat Ammatoa ini harus mengacu pada tatanan budaya dan adat istiadat masyarakat setempat, misalnya tidak menggunakan peralatan modern, karena merupakan pantangan bagi masyarakat di kawasan adat ini, serta menghindari terjadinya perubahan-perubahan pada pola hidup sederhana dan alami yang selama ini mereka pegang teguh, sehingga akan tercipta kelestarian budaya dan adat istiadat yang merupakan daya tarik wisata yang sangat menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Kawasan Adat Ammatoa ini.

-

Kata Kunci : Potensi obyek wisata,Kajang,Bulukumba,Sulawesi Selatan

  1. S1-2002-112139-Abstract.pdf  
  2. S1-2002-112139-Bibliography.pdf  
  3. S1-2002-112139-TableofContent.pdf  
  4. S1-2002-112139-Title.pdf