Laporkan Masalah

Kajian geomorfologi karst mayor antara telaga Sanglen dan Kamal kab. Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta

Mufti Latif Ahmad, Drs. Suratman, M.Sc.; Drs. Eko Haryono, M.Si.

2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Zona Pegunungan Seribu yang sering disebut sebagai Gunung Sewu merupakan daerah dengan bantuklahan asal solusional. Proses yang didominasi oleh proses pelarutan ini menghasilkan topografi yang khas yang disebut sebagai Karst. Karstifikasi yang terjadi di daerah penelitian dimulai dari tersingkapnya endapan batugamping Miosen Tengah hingga Kala Holosen dan dipengaruhi lingkungan fisik yang terjadi dimasa lalu yaitu perubahan iklim global dan proses tektonisme. Judul Yang diambil dalam penelitian ini adalah "Kajian Geomorfologi Karst Mayor Antara Telaga Sanglen dan Kamal Kabupeten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta". Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik bentuklahan akibat karstifikasi dengan lokasi penelitain antara Telaga Sanglen yang berada di Bagian Selatan Zona Pegunungan Selatan, dan Desa Kamal yang berada di Depresi Wonosari. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengkaitkan antara bentuklahan dan perubahan stadiumnya yang tampak sekarang ini dengan kondisi lingkungan fisik dan perubahannya selama karstifikasi terjadi. Data yang digunakan meliputi data primer dan data skunder. Yang termasuk data primer adalah: 1) distribusi kubah karst, 2) morfometri kubah karst yang meliputi tinggi kubah, lebar kubah, dan kemiringan lereng kubah, 3) distribusi dolin, 4) Morfometri dolin yang meliputi: panjang maksimum, lebar maksimum dan nisbah panjang dan lebar, 5) pola lembah kering, dan 6) pola kelurusan. Data Sekunder meliputi 1) data iklim, 2) Distribusi dan karakteristik batuan, dan 3) topografi Daerah penelitian tardier dari Tiga wilayah yang masing-masing memiliki karakteristik karstifikasi yaitu:1) Wilayah Selatan, karstifikasi daerah ini dipengaruhi oleh fluktuasi air laut sehingga terbentuk teras-teras marin. Pada Teras Datar karstifikasi kearah vertikal sehingga membentuk kubah karst simetri, sedangkan pada Teras Miring karstifikasi kearah lateral sehingga menghasilkan kubah karst asimetri. 2) Wilayah Tengah, karstifikasi yang terjadi di daerah ini tertua dibandingkan dua wilayah yang lain, kubah karst yang mendominasi wilayah ini adalah tipe simetri dengan penutupan tanah yang tebal, dan 3) Wilayah Selatan, karstifikasi yang terjadi termuda di banding yang lain, pengontrol utama karstifikasi adalah lereng regional dan struktural. Kubah karst yang mendominasi di wilayah ini adalah kubah karst asimetri yang menghadap ke Utara.

Zona Pegunungan Seribu or the called Gunung Sewu was a zone with the shape of solusional-original field. This dissolving-dominated process resulted in typical topograpy or called Karst. Existing karstification at the study area was begun from the uotcrouped (disclosure) of Middle Miocene limestone sediment to Holocene and was affected by physical environment which existed in the past. Namely, the title "Geomorphological Study of Major Karst Between Lake Sanglen and Kamal, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta Special Region" (Kajian Geomorfologi Karst Mayor Antara Telaga Kamal dan Kamal Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta) was adopted. The Purpose taken in this study was to observe the characteristic of field shape as the result of kartification with the location of study area between Lake Sanglen and Kamal, or between the Gunung Sewu Karst Mountains Zone and the Wonosari Basin Zone. The method of research used was connecting between landform and stadium changes which occurred in the past up to the present days, tectonic activities and the present visible landform. The data used in this research included primary data ie 1) keagel karst distribution, 2) keagel karst morphometry (maximum length, maximum width and length ratio), 3) Dolines distribution 4) dry valeys patternt and 5) obtained from the measurement of field and secondary data from literature. 1) Cone karst distribution, 2) Cone karst morphometry (high, width, and sope) 3) Dolines distribution 4) Dolines morphometry (maximum length, maximum width and length ratio), 3) Dolines distribution 5) dry valeys patternt and 6) line paterent. Secondary data included 1) Climates 2) rock distribution and this characteristic and tophography. In the study area consisted of three regions, which of them had the characteristic of karstification, namely: 1) South Parth, the karstifikation of this region affacted by sea level change that it formed symetrical cone karst, while at the teraces slope the karstifikation was lateral onethat characterictic a asymetrical cone karst 2) midle parth, karstification that exist in this region was the oldest one in comparation with other region, cone karst that dominates this region had the symetrical cone karst type, with a thick land covering, and 3) North Parth, the karstifikation that occured was youngest when compared with the others, mean controller of karstifikation was regional slope and geologycal structure. The cone karst that dominated this region was the asymetrical cone karst that faced north

Kata Kunci : Geomorfologi Karst mayor,Gunungkidul,DIY

  1. S1-2000-101094-Abstract.pdf  
  2. S1-2000-101094-Bibliography.pdf  
  3. S1-2000-101094-TableofContent.pdf  
  4. S1-2000-101094-Title.pdf