Laporkan Masalah

Pendapatan peternak sapi penggemukan di Kabupaten Lombok Barat

KAHARUDDIN, Drs. Ahmad Jamli, MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Kegiatan penggemukan sapi di Kabupaten Lombok Barat, khususnya di Kecamatan Narmada sangat potensil dan prospektif untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat, namun demikian analisis aspek ekonomi mengenai usalia penggemukan sapi tersebut belum banyak mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan yang diterima para peternak sapi penggemukan, menentukan skala usaha yang secara finansial dapat memberi keuntungan maksimum serta untuk mengetahui, upaya-upaya pemerintah dalam rangka memfasilitasi pengembangan usaha sapi penggemukan di Kabupaten Lombok Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Dari primer diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung para peternak terhadap, tiga skala usaha yaitu skala usaha 1 ekor, 2 ekor dan 3 ekor, sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas/Instansi terkait. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis fungsi pendapatan dan analisis tingkat efisiensi. Analisis fungsi pendapatan untuk menghitung besarnya pendapatan para peternak dan analisis tingkat efisiensi untuk menentukan skala usaha yang memberikan keuntungan maksimum. Hasil analisis menunjukkan bahwa para peternak sapi penggemukan memperoleh manfaat yang lebih besar dari biaya usaha yang dikeluarkan, baik pada skala usaha 1 ekor, 2 ekor maupun 3 ekor. Penggemukan sapi dengan skala usaha 3 ekor memiliki tingkat efisiensi lebih besar (112,65%) dari skala usaha 2 ekor (111,36%) dan skala usaha 1 ekor (107,17%). Semakin besar skala usaha maka pendapatan para peternak makin tinggi yaitu skala usaha 1 ekor sebesar Rp 304.958.-, skala usaha 2 ekor Rp 926.712.-, dan skala usaha 3 ekor sebesar Rp 1.528.285.-. Memperhatikan potensi sapi bakalan yang cukup besar dan permintaan sapi potong yang terus meningkat, maka implikasi kebijakan yang perlu diperhatikan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan usaha sapi penggemukan tersebut adalah (1) bimbingan dan fasilitasi penguatan modal para peternak agar secara bertahap dapat melakukan penggemukan sapi dengan skala usaha 3 ekor, (2) melakukan upaya perbaikan mutu pakan ternak untuk mendapatkan hasil pertambahan bobot badan sapi yang tinggi, (3) mengembangkan usaha pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian sendiri maupun dijual sebagai tambahan pendapatan, (4) mengembangkan diversifikasi usaha penggemukan dan pembibitan sapi sebagai upaya menciptakan penghasilan jangka pendek bagi peternak.

An activity of fattening cattle in regency of West Lombok, especially, in subdistrict of Narmada is very potential and prospective to be extended as a source of income for the local community. However, analysis of economic aspect of this activity has not got a lot of attentions. This research purposes to find out the income received by the breeders of fattening cattle, determine a scale of business that could give maximum profit, and find out the government efforts in order to facilitate an expansion of this business in Regency of West Lombok. Data used in this research are primary and secondary ones. Primary data was derived through interview and direct observation on three scales of business, 1 cattle, 2 cattles and 3 cattles. Whereas. the secondary data was derived from the related instances. Analysis tools used in this research included analysis of income function and analysis of efficiency. Analysis of income function to calculate the extent of breeder's income and analysis of efficiency to determine scale of business that could give maximum profit. Result proved that the breeders of fattening cattle got larger benefit from the business cost purchased for whole scales. Fattening cattle in business scale of 3 cattles has more efficiency (112,65%) than one of 2 cattles (111,36%) and 1 cattle (107,17%). In addition, larger business scale, the breeder's income could be higher, i.e. Rp 304.958 of 1 cattle business scale, Rp 926.712 of 2 cattles, Rp 1.528.285 of 3 cattles, respectively. Based on the larger potency of the cattle business and the increased demand of cattle, local government needs to make a policy to support the expansion of such business, including (1) guiding and facilitating to strengthen their capital for this business in bus scale of 3 cattles, (2 ) improving the quality of feed to get higher weight of cattle's body, (3) processing the mucks into organic fertilizer used for their own need or for sale. (4) developing the diversification of fattening and breeding the cattle as an effort to create sort term income for the breeders.

Kata Kunci : Pendapatan Peternak, Penggemukan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.