Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence (AI) oleh Auditor terhadap Persepsi Objektivitas dan Kredibilitas oleh Manajemen
Nurul Siti Khotijah, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak., CA. ; Arizona Mustikarini, S.E., M.Bus(Acc)., Ph.D., Ak., CA., CACP., QRGP.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh penggunaan ecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) oleh auditor dan penggunaan AI oleh perusahaan terhadap persepsi manajemen mengenai objektivitas dan kredibilitas audit. Seiring dengan semakin meluasnya adopsi AI dalam audit, bukti empiris yang menjelaskan bagaimana sumber implementasi AI yang berbeda, baik oleh auditor maupun oleh perusahaan yang diaudit, secara bersama-sama membentuk kualitas audit yang dipersepsikan, terutama di konteks pasar berkembang, masih terbatas. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan meneliti efek utama maupun interaksi dalam suatu setting eksperimental. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan desain 2×2 antar-subjek. Data dikumpulkan dari 120 responden yang valid yang bertindak sebagai proksi pengambil keputusan manajemen. Para partisipan secara acak ditempatkan pada salah satu dari empat skenario berdasarkan penggunaan AI oleh auditor dan perusahaan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji reliabilitas dan validitas, pemeriksaan manipulasi (manipulation checks), Two-Way ANOVA, dan ANCOVA dengan tingkat familiaritas AI sebagai kovariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI oleh auditor memiliki efek positif yang signifikan dan kuat terhadap persepsi objektivitas dan kredibilitas audit. Penggunaan AI oleh perusahaan juga berpengaruh positif terhadap persepsi ini, meskipun dengan ukuran efek yang lebih kecil. Selain itu, ditemukan efek interaksi yang signifikan, menunjukkan pola kompensasi di mana auditor yang menggunakan AI dapat meningkatkan kualitas audit yang dipersepsikan meskipun perusahaan tidak menggunakan AI. Efek-efek ini tetap konsisten setelah mengontrol familiaritas terhadap AI. Temuan ini menunjukkan bahwa firma audit dapat memperkuat kualitas audit yang dipersepsikan dengan mengintegrasikan AI ke dalam proses audit, sementara regulator perlu mempertimbangkan peran AI yang terus berkembang dalam membentuk kepercayaan terhadap audit. Hasil ini juga menekankan pentingnya peran auditor sebagai sumber legitimasi utama, khususnya di pasar berkembang. Penelitian ini memberikan bukti kausal mengenai efek utama dan interaksi penggunaan AI oleh auditor dan perusahaan terhadap kualitas audit yang dipersepsikan, sekaligus memperluas Teori Apresiasi Algoritma (Algorithm Appreciation Theory) ke konteks audit di ekonomi berkembang.
This study aims to examine the effects of artificial intelligence (AI) use by auditors and AI use by companies on management’s perceptions of audit objectivity and credibility. As AI adoption in auditing continues to expand, limited empirical evidence explains how different sources of AI implementation, by auditors versus by audited firms, jointly shape perceived audit quality, particularly in emerging market contexts. This study addresses this gap by investigating both main and interaction effects within an experimental setting. The study employed a quantitative experimental method using a 2×2 between-subjects design. Data were collected from 120 valid respondents acting as proxies for management decision-makers. Participants were randomly assigned to one of four scenarios based on auditor AI use and company AI use. Data were analyzed using descriptive statistics, reliability and validity tests, manipulation checks, Two-Way ANOVA, and ANCOVA with AI familiarity as a covariate. The results show that AI use by auditors has a significant and strong positive effect on perceived audit objectivity and credibility. AI use by companies also positively influences these perceptions, although with smaller effect sizes. Moreover, a significant interaction effect is identified, indicating a compensatory pattern in which AI-enabled auditors enhance perceived audit quality even when companies do not use AI. These effects remain robust after controlling for AI familiarity. The findings suggest that audit firms can strengthen perceived audit quality by integrating AI into audit processes, while regulators should consider the evolving role of AI in shaping trust in auditing. The results also highlight the continued importance of auditors as key sources of legitimacy in emerging markets. This study provides causal evidence on the main and interactive effects of auditor and company AI use on perceived audit quality, extending Algorithm Appreciation Theory to the auditing context in an emerging economy.
Kata Kunci : artificial intelligence, auditing, audit objectivity, audit credibility, algorithm appreciation, experimental study