Laporkan Masalah

Strategi Pemberdayaan Petani Ubi Jalar Dalam Penguatan Pangan Lokal di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang

Heppy Prasilia Hariyani, Endang Sulastri, S.Pt., M.A., Ph.D., IPM; Ratih Ineke Wati, SP., M.Agr., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Desa Pasrujambe, Indonesia, memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui budidaya varietas ubi jalar lokal (Bima Pasru dan Gatotkoco). Namun, produktivitas komoditas ini terkendala oleh rendahnya kompetensi petani dalam mengadopsi praktik dan teknologi pertanian yang lebih baik. Penelitian ini berasumsi bahwa pemberdayaan petani yang terarah merupakan intervensi strategis kritis untuk membangun pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi pengembangan agribisnis ubi jalar yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian menilai pemberdayaan petani ubi jalar lokal dengan menerapkan kerangka berpikir empat dimensi kekuasaan (power within, power to, power over, dan power with). Data dikumpulkan dari 19 informan yang dipilih secara purposif, terdiri dari petani, aparat pemerintah, dan pelaku usaha pertanian. Analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) kemudian dilakukan untuk menyusun kerangka strategi pemberdayaan. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun petani memiliki aspirasi untuk berubah (power within), mereka kekurangan kemampuan dan sumber daya (power to), sementara dimensi pemberdayaan kolektif (power over dan power with) masih kompleks dan belum berkembang. Matriks SOAR menghasilkan lima strategi pemberdayaan prioritas: (1) menjamin ketersediaan bibit unggul dan pupuk organik, (2) mengaktifkan agen pemberdaya untuk mendorong partisipasi petani, (3) mengoptimalkan kelembagaan petani, (4) mengembangkan branding produk, dan (5) membangun subsistem pemasaran yang tangguh.

 

Pasrujambe Village, Indonesia, holds significant potential for improving food security through the cultivation of indigenous sweet potato varieties (Bima Pasru and Gatotkoco). However, the productivity of these crops is constrained by limited farmer competency in adopting improved agricultural practices and technologies. This study posits that targeted farmer empowerment is a critical strategic intervention for building the knowledge and skills necessary for a sustainable sweet potato agribusiness. Employing a qualitative approach, the research assessed the empowerment of local sweet potato farmers using the four-dimensional power framework (power within, power to, power over, and power with). Data were collected from 19 purposively selected informants, including farmers, government officials, and agricultural entrepreneurs. A SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) analysis was then conducted to develop an empowerment strategy framework. Findings reveal that while farmers possess the aspiration for change (power within), they lack the ability and resources (power to) while collective empowerment dimensions (power over and power with) remain complex and underdeveloped. The SOAR matrix yielded five priority empowerment strategies: (1) ensuring the availability of quality seeds and organic fertilizers, (2) activating empowerment agents to drive farmer participation, (3) optimizing farmer institutions, (4) developing product branding, and (5) establishing robust marketing subsystems.

 

Kata Kunci : Pemberdayaan, Petani Ubi Jalar, Ketahanan Pangan, Analisis SOAR

  1. S2-2025-512927-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512927-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512927-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512927-title.pdf