Laporkan Masalah

Efektivitas Asam Asetat Buah Kedondong (Spondias dulcis), Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale), dan Kitosan terhadap Zona Hambat Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa

Aorora Celita Dewani, Prof. Dr. drg. Archadian Nuryanti, M.Kes.; Bekti Nur'aini, S.Kp.G., M.P.H.

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Kemunculan bakteri Pseudomonas aeruginosa didalam tangki air dental unit penyebab utamanya dari rongga mulut pasien melalui fenomena suck-back. Klorheksidin yang saat ini sering digunakan, memiliki efek samping seperti staining pada gigi dan iritatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas formulasi kombinasi asam asetat buah kedondong, kitosan, dan minyak atsiri jahe sebagai agen antibakteri bakteri P. aeruginosa. Kedondong memiliki kandungan asam asetat hingga 29,69% sebagai agen antibakteri.

Studi yang dilakukan yaitu eksperimental laboratorium dengan pengujian in vitro menggunakan metode difusi cakram untuk melihat kemampuan formulasi terhadap pertumbuhan zona hambat bakteri. Pengujian aktivitas antibakteri ini dilakukan pada tiga kelompok penelitian yaitu larutan kitosan (kontrol negatif), formulasi kombinasi (kelompok perlakuan), minosep (kontrol positif) yang diuji pada bakteri P. aeruginosa pada media Mueller-Hinton Agar yang di inkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC.

One-way ANOVA dan Post-hoc LSD dilakukan untuk melihat pengaruh formulasi dan signifikansi formulasi. Pengujian data menghasilkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0>P. aeruginosa. 

The emergence of Pseudomonas aeruginosa bacteria in dental unit water tanks is mainly caused by the suck-back phenomenon from the patient's oral cavity. Chlorhexidine, which is currently widely used, has side effects such as staining of teeth and irritation. This study aims to evaluate the effectiveness of a combination formulation of ambarella fruit acetic acid, chitosan, and ginger essential oil as an antibacterial agent against P. aeruginosa bacteria. Ambarella fruit contains up to 29.69?etic acid as antibacterial agents.

The study was a laboratory experiment with in vitro testing using the disc diffusion method to see the ability of formulation to inhibit baterial inhibitory zones. The antibacterial activity test was conducted on three research groups, namely chitosan solution (negative control), a combination formulation of ambarella fruit acetic acid, chitosan, and ginger essential oil (treatment group), and minosep (positive control), which were tested on P. aeruginosa bacteria in Mueller-Hinton Agar medium, incubated for 24 hours at 37°C.

One-way ANOVA and LSD post-hoc tests were conducted to determine the effect of the formulation and the significance of the formulation. Data testing showed significant differences (p<0>P. aeruginosa.

Kata Kunci : Asam Asetat Buah Kedondong, Minyak Atsiri Jahe, Kitosan, Nanoemulsi, Pseudomonas aeruginosa.

  1. S1-2025-497131-abstract.pdf  
  2. S1-2025-497131-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-497131-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-497131-title.pdf