Peran Mikoriza untuk Meningkatkan Kualitas dan Umur Pajang Empat Verietas Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium L.) di Bandungan, Kabupaten Semarang
Yusuf Muhammad Alfarih, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.; Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Agronomi
Kualitas bunga krisan potong di Bandungan secara umum sudah mencapai kelas AA berdasarkan SNI 4478:2023. Praktek budidaya krisan oleh petani biasanya menggunakan pupuk kimia dengan standar budidaya dari Balithi. Namun, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus memiliki dampak negatif diantaranya adalah penurunan kesehatan tanah dan nutrisi yang berlebih. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji peran mikoriza terhadap kualitas berbagai varietas krisan dan mengavuasi interaksi antara mikoriza dan posisi daun terhadap vaselife. Penelitian dilakukan di Bandungan, Kabupaten Semarang pada Desember 2024 – June 2025. Rancangan penelitian tahap budidaya menggunakan Split Plot. Main plot yaitu M0: Pupuk rekomendasi dosis 100%, dan M2: Pupuk rekomendasi dosis 50% + mikoriza dosis 3 gram. Sub plot adalah varietas krisan, yaitu V1: Gompi Pink, V2: Gompi Salem, dan V3: Gompi Kuning, V4: Gompi Orange. Rancangan penelitian pada tahap pascapanen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, faktor pertama yaitu M0: Pupuk rekomendasi dosis 100%, dan M1: Pupuk rekomendasi dosis 50% + mikoriza dosis 3 gram. Faktor kedua yaitu R1: 8 daun bagian atas, R2: 8 daun bagian bawah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mikoriza pada pupuk dosis 50% anjuran dapat mempertahankan kualitas krisan dibandingkan perlakuan pupuk dosis 100% anjuran tanpa mikoriza, karena mikoriza dapat membantu penyerapan unsur hara dan mineral secara efektif. Penggunaan mikoriza sebagai pengganti 50% dosis pupuk dapat meningkatkan profitabilitas usaha tani krisan. Semua varietas krisan memiliki respon positif terhadap pemberian mikoriza. Gompi orange memiliki positif yaitu pada variabel infeksi mikoriza, luas akar, volume akar, berat segar akar, berat kering akar, diameter bunga, dan serapan NPK. Varietas gompi pink memiliki respon paling tinggi terhadap masa pajang krisan potong. Terdapat interaksi antara perlakuan aplikasi mikoriza dan pengurangan daun terhadap pasca panen krisan, yaitu variabel vaselife dan laju transpirasi.
The quality of chrysanthemum flowers in Bandungan varies greatly due to differences in cultivation techniques and farmer practices. The use of unstandardized fertilizers has caused inconsistent production and reduced flower quality. This study aimed to analyze the role of mycorrhizae in improving the quality of different chrysanthemum varieties and examine the interaction between mycorrhizae application and leaf reduction on vase life. The research was conducted in Bandungan, Semarang Regency, from December 2024 to June 2025. A split-plot design was used at the cultivation stage, with the main plots consisting of M0 (100% recommended fertilizer dose) and M1 (50% recommended fertilizer dose + 3 grams of mycorrhizae). The subplots included four chrysanthemum varieties: V1 (Gompi Pink), V2 (Gompi Salem), V3 (Gompi Kuning), and V4 (Gompi Orange). At the post-harvest stage, a factorial completely randomized design (CRD) was used, with two factors: fertilizer treatment (M0 and M1) and leaf position (R1: 8 leaves from the top, R2: 8 leaves from the bottom). Results showed that applying mycorrhizae with 50% of the recommended fertilizer significantly improved flower quality compared to the full fertilizer dose without mycorrhizae. Mycorrhizae enhanced nutrient and mineral absorption, reduced fertilizer costs, and increased profitability. All chrysanthemum varieties responded positively, with the Gompi Orange variety showing the highest performance in growth, yield, and nutrient uptake, while Gompi Pink exhibited superior vase life characteristics.
Kata Kunci : Chrysanthemum, Mycorrizhae, Vase life, Quality