Laporkan Masalah

Pengaruh Latihan Spatel Kayu terhadap Kekuatan Penutupan Bibir pada Anak Bernapas Lewat Mulut Disertai Inkompetensi Bibir (Kajian Anak Usia 3–5 Tahun di TK Masjid Kampus UGM Yogyakarta)

Laura Tania, drg. Putri Kusuma Wardani M., M.Kes., Sp. KGA (K); drg. Anrizandy Narwidina, MDSc, Sp.KGA, Ph.D

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan Gigi Anak

Latar Belakang: Bernapas lewat mulut pada anak usia dini dapat menimbulkan inkompetensi dan penurunan kekuatan penutupan bibir. Salah satu alternatif terapi miofungsional sederhana yang dapat dilakukan pada anak prasekolah adalah latihan penutupan bibir menggunakan spatel kayu, untuk meningkatkan kekuatan otot bibir melalui aktivitas penutupan bibir secara berulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan penutupan bibir menggunakan spatel kayu terhadap kekuatan bibir pada anak usia 3–5 tahun disertai inkompetensi bibir. Metode: Penelitian pre-eksperimental one group pretest-posttest dilakukan pada 14 anak di Taman Kanak-kanak Masjid Kampus UGM Yogyakarta. Intervensi berupa latihan penutupan bibir menggunakan spatel kayu yang dilaksanakan selama 6 minggu. Kekuatan penutupan bibir diukur tiap minggu dengan lip force meter dan dianalisis menggunakan uji parametrik Paired t-Test, Repeated Measures ANOVA, dan uji Cohen’s d untuk effect sizeHasil: Terdapat peningkatan signifikan kekuatan penutupan bibir setelah intervensi berdasarkan uji Paired t-Test dan Repeated Measures ANOVA (p<0>Cohen’s d > 0,8 menunjukkan efek klinis yang besar. Persentase peningkatan terbesar terjadi pada minggu ke-2 (20,4%) dan peningkatan tetap berlanjut hingga minggu ke-6, disertai perbaikan klinis inkompetensi bibir. Kesimpulan: Latihan spatel kayu efektif meningkatkan kekuatan penutupan bibir sekaligus memperbaiki inkompetensi bibir pada anak usia dini dengan kebiasaan bernapas lewat mulut.

Kata kunci: bernapas lewat mulut, inkompetensi bibir, kekuatan penutupan bibir, spatel kayu, fungsi orofasial

Background: Mouth breathing in early childhood may lead to lip incompetence and reduced lip-closing strength. A simple orofacial myofunctional therapy that can be applied in preschool children is wooden spatula lip-closing exercise, designed to improve lip-closing strength through repetitive lip contraction. Objectives: To evaluate the effect of wooden spatula exercise on lip-closing strength in preschool children aged 3–5 years with mouth breathing and lip incompetence. Methods: A pre-experimental one-group pretest–posttest design was conducted involving 14 children aged 3–5 years with mouth breathing and lip incompetence at Kindergarten Masjid Kampus UGM, Yogyakarta. The intervention consisted of a six-week wooden spatula lip-closing exercise. Lip-closing strength was measured weekly using a lip force meter and analyzed with paired t-Test, repeated measures ANOVA, and Bonferroni post-hoc tests. Results: Lip-closing strength significantly improved after the intervention based on paired t-Test and repeated measures ANOVA (p<0> 0.8), indicating a substantial clinical impact. Clinical improvement in lip competence was also observed in most participants. The greatest improvement occurred in Week-2 (20.4%), and the increase continued until Week-6, accompanied by clinical improvement in lip competence.Conclusions: Wooden spatula lip exercise effectively enhances lip-closing strength and improves lip incompetence in preschool children with mouth breathing.

Keywords: mouth breathing, lip incompetence, lip-closing strength, wooden spatula, orofacial function

Kata Kunci : bernapas lewat mulut, inkompetensi bibir, kekuatan penutupan bibir, spatel kayu, fungsi orofasial

  1. SPESIALIS-2025-491209-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-491209-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-491209-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-491209-title.pdf