Uji Daya Antibakteri Formulasi Obat Kumur dengan Bahan Aktif Ekstrak Biji Adas (Foeniculum vulgare) pada Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans
Almadhitya Salsabila, Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. ; drg. Hendrawati, M.Kes.
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Penyakit periodontal
adalah penyakit inflamasi kronis pada jaringan pendukung gigi yang ditandai
dengan adanya kerusakan tulang alveolar dan hilangnya ligamen periodontal.
Bakteri yang berperan penting dalam menginisiasi penyakit periodontal adalah Aggregatibacter
actinomycetemcomitans. Perawatan inisial penyakit periodontal secara
kimiawi dapat dilakukan dengan obat kumur. Kandungan antibakteri yang efektif untuk
obat kumur herbal ditemukan pada biji adas. Biji adas memiliki kandungan antibakteri,
seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui daya antibakteri formulasi obat kumur dengan bahan aktif ekstrak
biji adas (Foeniculum vulgare) terhadap Aggregatibacter
actinomycetemcomitans.
Metode uji antibakteri
yang digunakan dalam penelitian ini adalah difusi cakram. Penelitian ini
terdiri dari 5 kelompok, yaitu obat kumur bahan aktif biji adas konsentrasi
2,5%, 5%, 10%, Enkasari, dan formulasi dasar obat kumur tanpa bahan aktif.
Setiap kelompok dilakukan replikasi sebanyak lima kali. Pengamatan dilakukan
dengan mengukur area bening di sekitar kertas cakram menggunakan jangka sorong
ketelitian 0,1 mm. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Post-hoc
LSD.
Hasil analisis statistik
menunjukkan adanya pengaruh signifikan (p<0,05) bahan uji terhadap
pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Terdapat
perbedaan yang signifikan (p<0,05) diameter zona
hambat antar kelompok bahan uji. Zona hambat tertinggi pada konsentrasi 10%
diikuti konsentrasi 5% kemudian konsentrasi 2,5%. Kesimpulan penelitian ini
adalah formulasi obat kumur dengan bahan aktif ekstrak biji adas (Foeniculum
vulgare) mempunyai daya antibakteri terhadap Aggregatibacter
actinomycetemcomitans pada konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%.
Periodontal disease is a chronic inflammatory disease of the supporting
tissues of teeth, characterized by the destruction of the alveolar bone and
loss of periodontal ligament. Aggregatibacter actinomycetemcomitans played
an important role in initiating periodontal disease. The initial treatment of
periodontal disease can be performed chemically using a mouthwash. An effective
antibacterial for herbal mouthwash can be found in fennel seeds, which contain
antibacterial agents such as flavonoids, tannins, and saponins. This study
aimed to determine the antibacterial activity of a mouthwash formulation
containing fennel seed extract (Foeniculum vulgare) against Aggregatibacter
actinomycetemcomitans.
The antibacterial test method used in this study was the disc diffusion.
The study consisted of 5 groups: 2.5%, 5%, and 10% concentrations of fennel
seed mouthwash, Enkasari, and a mouthwash base formulation without the active
ingredient. Each group was replicated five times. Observation was conducted by
measuring the clear zone around the disc using a caliper with 0.1 mm accuracy.
Data were analyzed using One-Way ANOVA and Post-hoc LSD.
The results of statistical analysis showed a significant effect (p<0.05) of the test materials on the growth of Aggregatibacter actinomycetemcomitans. There was a significant difference (p<0.05) in the diameter of the inhibition zone between the test material groups. The highest inhibition zone was at a concentration of 10%, followed by a concentration of 5% and then a concentration of 2.5%. The study concluded that the mouthwash formulation with fennel seed extract as the active ingredient has antibacterial power against Aggregatibacter actinomycetemcomitans at concentrations of 2.5%, 5%, and 10%.
Kata Kunci : Aggregatibacter actinomycetemcomitans, obat kumur, biji adas, Foeniculum vulgare, antibakteri / Aggregatibacter actinomycetemcomitans, mouthwash, fennel seeds, Foeniculum vulgare, antibacterial