PENGARUH EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis (Kajian in vitro)
Latifa Kunti Nugroho Jati, Dr. drg. Rezmelia Sari, M.Sc., Sp.Perio(K); drg. Sri Pramestri Lastianny, MS., Sp. Perio(K)
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Periodontitis
merupakan peradangan jaringan pendukung gigi yang mengakibatkan penghancuran
progresif ligamentum periodontal dan tulang alveolar. Porphyromonas
gingivalis merupakan bakteri penyebab periodontitis. Penggunaan bahan alami
tambahan sebagai agen antibakteri dapat meningkatkan efektivitas perawatan
periodontitis. Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) merupakan bahan
alami yang mengandung antibakteri, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin,
dan terpenoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ektrak daun
kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas
gingivalis (kajian in vitro).
Daun
kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) yang digunakan dalam penelitian ini
diekstrak dengan metode maserasi kemudian dilakukan pengujian antibakteri
dengan metode difusi cakram pada media pertumbuhan Mueller Hinton Agar
(MHA). Sebanyak 25 sampel dibagi menjadi lima kelompok, yaitu ekstrak daun
kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) konsentrasi 30%, 45%, dan 60%, kontrol positif klorheksidin glukonat 0,2%,
dan kontrol negatif akuades. Pengukuran diameter zona hambat di sekitar kertas
cakram menggunakan jangka sorong. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan
uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan rata-rata diameter zona hambat dari terkecil hingga terbesar pada konsentrasi 30%, 45%, 60%, dan kontrol positif. Sementara itu, kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Analisis data menunjukkan bahwa bahan uji memberikan pengaruh signifikan terhadap ukuran zona hambat dengan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p<0>Cosmos caudatus Kunth.) berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis..
Periodontitis
is an inflammation of the supporting tissues of the teeth that leads to the
progressive destruction of the periodontal ligament and alveolar bone. Porphyromonas
gingivalis is one of the primary bacteria responsible for causing
periodontitis. The use of natural substances as antibacterial agents can
enhance the effectiveness of periodontitis treatment. Kenikir leaves (Cosmos
caudatus Kunth.) are natural ingredients that contain antibacterial
compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids.
This study aimed to determine the effect of kenikir leaf extract (Cosmos
caudatus Kunth.) in inhibiting the growth of Porphyromonas gingivalis
bacteria (in vitro study).
The
kenikir leaves (Cosmos caudatus Kunth.) used in this study were
extracted using the maceration method, and their antibacterial activity was
tested using the disk diffusion method on Mueller Hinton Agar (MHA) growth
medium. A total of 25 samples were divided into five groups: kenikir leaf
extract (Cosmos caudatus Kunth.) at concentrations of 30%, 45%, and 60%;
a positive control using 0.2% chlorhexidine gluconate; and a negative control
using distilled water. The diameter of the inhibition zone around each disc was
measured using a sliding caliper. The data obtained were analyzed using a
One-way ANOVA, followed by a LSD post-hoc test.
The results showed that the increase in extract concentration was directly proportional to the average diameter of the inhibition zone, ranging from the smallest to the largest at concentrations of 30%, 45%, 60%, and the positive control. Meanwhile, the negative control group did not show any inhibition zone. Data analysis indicated that the test material had a significant effect on the size of the inhibition zone, with significant differences observed between the treatment groups (p < 0>Cosmos caudatus Kunth.) effectively inhibits the growth of Porphyromonas gingivalis.
Kata Kunci : Cosmos caudatus Kunth., Porphyromonas gingivalis, antibakteri, zona hambat.