Laporkan Masalah

Mobilitas Transnasional Sebagai Strategi Kaum Muda dalam Transisi Menuju Dunia Kerja

Devi Yuliana, Dr. Phil. Oki Rahadianto Sutopo, S.Sos., M.Si.

2025 | Tesis | S2 Sosiologi

Studi ini menelaah bagaimana kaum muda Indonesia, yang mengikuti program Work and Holiday Visa (WHV) subclass 462 Australia, membangun refleksivitas dalam transisi mereka menuju dunia kerja. Dengan melibatkan tujuh informan, tulisan ini menunjukkan bahwa mobilitas transnasional tidak hanya dimotivasi oleh keterbatasan kesempatan kerja domestik, tetapi juga oleh aspirasi untuk membentuk “biografi pilihan” di tengah ketidakpastian sosial-ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan metode naratif biografis dan dengan berlandaskan konsep refleksivitas, mobility turn, serta mobile transitions, penelitian ini menelusuri bagaimana pengalaman pra-mobilitas, pengalaman dan kondisi kerja di Australia, serta orientasi pasca mobilitas dikonstruksi dan dimaknai oleh kaum muda. Hasil temuan menunjukkan bahwa mobilitas transnasional menghasilkan pengalaman yang ambivalen; di satu sisi, WHV memberi peluang dan harapan ekonomi serta perluasan kapasitas personal kepada kaum muda, namun di sisi lain, program ini juga menghadirkan risiko baru berupa tekanan produktivitas, kesepian sosial, hingga cedera fisik. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas ke negara maju, Australia, tidak menghapus kerentanan kaum muda, melainkan menggeserkan ke bentuk risiko yang berbeda yang harus dinegosiasikan secara mandiri. Secara keseluruhan, tulisan ini menegaskan bahwa WHV bukan hanya dipandang sebagai strategi ekonomi, melainkan juga sebagai ruang refleksif yang membentuk pemahaman kaum muda dalam membentuk identitas diri, nila, serta masa depan dalam konteks global yang tidak pasti.

This study examines how young Indonesians participating in Australia's Work and Holiday Visa (WHV) subclass 462 program construct reflexivity in their transition to the world of work. Engaging seven informants, this paper demonstrates that transnational mobility is motivated not only by limited domestic employment opportunities but also by the aspiration to construct a "chosen biography" amidst socio-economic uncertainty. Using an interpretive qualitative approach with a biographical narrative method and grounded in the concepts of reflexivity, mobility turn, and mobile transitions, this study explores how pre-mobility experiences, work experiences and conditions in Australia, and post-mobility orientations are constructed and interpreted by young people. The findings indicate that transnational mobility produces ambivalent experiences; on the one hand, WHV provides young people with economic opportunities and hopes and expands their personal capacities, but on the other hand, the program also presents new risks such as productivity pressures, social loneliness, and even physical injury. This suggests that mobility to a developed country, Australia, does not eliminate young people's vulnerabilities, but rather shifts them to different forms of risk that must be negotiated independently. Overall, this paper emphasizes that WHV is not only viewed as an economic strategy, but also as a reflexive space that shapes young people's understanding of their identity, values, and future in an uncertain global context.

Kata Kunci : Kata Kunci: Transisi Menuju Dunia Kerja, Kaum Muda, Refleksivitas, Mobilitas Transnasional, Work and Holiday Visa Subclass 462 Australia, Keywords: Transition to the World of Work, Youth, Reflexivity, Transnational Mobility, Australian Work and Holiday Vi

  1. S2-2025-526650-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526650-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526650-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526650-title.pdf