Laporkan Masalah

Persepsi Dukungan Sosial sebagai Moderator Peran Burnout Akademik terhadap Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa

Fitria Hayati, Dr. Yuli Fajar Susetyo., M.Si., Psikolog

2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Perkuliahan di Perguruan Tinggi menjadi fase kritis yang rentan terhadap ide bunuh diri. Terdapat berbagai faktor risiko yang diteliti sebagai penyebab individu memiliki ide bunuh diri, salah satunya lingkungan pendidikan yang memiliki tuntutan akademik tinggi, sehingga rentan mengalami kelelahan, merasa tidak berdaya dan terjebak seolah tidak ada jalan keluar, yang dikenal dengan burnout akademik. Tujuan penelitian ini adalah menguji persepsi dukungan sosial sebagai variabel yang dapat memengaruhi kuat/lemahnya peran kedua variabel tersebut. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 535 mahasiswa dengan menggunakan Suicidal Ideation Scale (SIS), Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Pendekatan kuantitatif melalui metode survei diterapkan dengan analisis Generalized Linear Model (GAMLj3). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan persepsi dukungan sosial memiliki peran sebagai moderator yang melemahkan peran burnout akademik terhadap ide bunuh diri pada mahasiswa (?= ?0,1087; p=0,022). Analisis tambahan terhadap tiap dimensi persepsi dukungan sosial mengungkap bahwa dimensi dari keluarga memiliki efek protektif paling kuat, diikuti oleh dimensi teman, sedangkan orang penting lainnya belum terbukti signifikan dalam memperlemah peran antara burnout akademik terhadap ide bunuh diri pada mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya mengembangkan strategi intervensi berbasis dukungan sosial, khususnya yang berfokus pada penguatan dimensi keluarga dan teman sebaya dalam lingkungan akademik

Studying in university becomes a critical and vulnerable phase towards suicidal ideation in students. There are various risk factors found to be the cause for an individual to have suicidal ideation, one of which is educational environment that demands high academic performance, which causes students to be prone to exhaustion, helplessness, and entrapment — also known as academic burnout. This study aims to examine perceived social support as a variable that can affect how strong/weakly those two variables correlate. This cross-sectional study involves 535 students using Suicidal Ideation Scale (SIS), Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS), and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Quantitative approach via survey method is applied with Generalized Linear Model (GAMLj3) analysis. Results shown that increase of perceived social support has a moderating role in weakening the effects of academic burnout towards suicidal ideation in students (?= ?0,1087; p=0,022). Further analysis towards each dimension of perceived social support reveals that perceived support from family has the strongest protective effect, followed by friends, while significant others has not been proven to weaken the correlation between academic burnout and suicidal ideation in students. These affirm the importance of developing intervention strategies based on social support, especially ones focused on strengthening the dimension of family and friends in an academic environment.

Kata Kunci : burnout akademik, ide bunuh diri, persepsi dukungan sosial, mahasiswa / academic burnout, suicidal ideation, perceived social support, students

  1. S2-2025-502366-abstract.pdf  
  2. S2-2025-502366-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-502366-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-502366-title.pdf