Peran Modal Sosial dalam Pengembangan Ekonomi Lokal : Studi Kasus Paguyuban Batik Tulis Giriloyo (PBTG)
Husaidi, Dr. Nunuk Dwi Retnandari
2025 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis peran modal sosial dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis
budaya melalui Paguyuban Batik Tulis Giriloyo (PBTG) di Desa Wukirsari. Modal
sosial dianalisis melalui tiga dimensi utama, yaitu kepercayaan (trust), norma
(norm), dan jejaring (networking), yang dikaji pada tiga tahapan utama kegiatan
paguyuban, yakni input, proses, dan output. Metode penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi, yang dianalisis secara deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada
tahap input, dimensi jejaring (networking) memiliki peran paling dominan,
terutama dalam menghubungkan paguyuban dengan aktor eksternal seperti
pemerintah, LSM, dan lembaga pendamping yang berkontribusi pada pembentukan
kelembagaan, akses pendanaan, serta penguatan kapasitas awal komunitas. Pada
tahap proses, norma (norm) menjadi dimensi paling dominan dalam mengatur
produksi, manajemen, pengembangan kapasitas, serta pemasaran dan distribusi,
sehingga mampu menjaga koordinasi kerja kolektif, kualitas produk, dan
stabilitas organisasi. Sementara itu, pada tahap output, kepercayaan (trust)
berperan penting dalam menjaga keberlanjutan manfaat ekonomi, kohesi sosial,
dan pelestarian budaya, meskipun jejaring tetap berkontribusi pada penguatan
kelembagaan dan perluasan dampak ekonomi ke masyarakat sekitar.
Kata
Kunci: Modal Sosial, Ekonomi Lokal, Paguyuban Batik Tulis
Giriloyo.
ABSTRACT
This study aims to analyze the role of
social capital in developing a culture-based local economy through the Giriloyo
Hand-Written Batik Association (PBTG) in Wukirsari Village. Social capital is
analyzed through three main dimensions: trust, norms, and networking, which are
examined at three key stages of the association's activities: input, process,
and output. The research method uses a qualitative approach using in-depth
interviews, observation, and documentation, analyzed descriptively and analytically.
The results indicate that at the input
stage, the networking dimension plays the most dominant role, particularly in
connecting the association with external actors such as the government, NGOs,
and supporting institutions, contributing to institutional formation, access to
funding, and strengthening the community's initial capacity. At the process
stage, norms are the most dominant dimension in regulating production,
management, capacity development, and marketing and distribution, thus
maintaining collective work coordination, product quality, and organizational
stability. Meanwhile, at the output stage, trust plays a crucial role in
maintaining the sustainability of economic benefits, social cohesion, and
cultural preservation, while networks continue to contribute to institutional
strengthening and expanding economic impacts to surrounding communities.
Keywords: Social Capital, Local Economy, Giriloyo Hand-Written Batik Association.
Kata Kunci : Modal Sosial, Ekonomi Lokal, Paguyuban Batik Tulis Giriloyo.