Penerapan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Estimasi Harga Lahan di kecamatan Gamping kabupaten Sleman propinsi
Hardoko, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Drs. Zuharnen, M.S.
1999 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian dengan judul Penerapan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Untuk Estimasi Harga Lahan di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertujuan untuk mengetahui: (1) agihan harga lahan di Kecamatan Gamping, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan harga lahan pada daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan foto udara, data sekunder, dan data primer. Melalui interpretasi foto udara dan kerja lapangan diperoleh data penggunaan lahan dan parameter aksesibilitas lahan, sedangkan data kelengkapan utilitas umum diperoleh dari data sekunder dan kerja lapangan. Data tersebut kemudian diolah melalui metode pengharkatan dengan memanfaatkan SIG. Pada proses pengolahan data ini diperoleh dua macam data yaitu data grafis berupa unit pemetaan dan data atribut berupa bentuk penggunaan lahan, aksesibilitas lahan positif, aksesibilitas lahan negatif, dan kelengkapan utilitas umum. Data grafis dan data atribut ini kemudian dikaitkan dan dalam proses selanjutnya disajikan dalam bentuk peta harga lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Harga lahan tersebar mengikuti struktur penggunaan lahan yang ada, dimana harga lahan tinggi (Rp.250.000 Rp.1.000.000) berada pada penggunaan lahan perdagangan dan jasa yang menempati lahan dengan aksesibilitas tinggi. Harga lahan sedang (Rp.150.000 -Rp.245.000) dominan tersebar pada penggunaan lahan permukiman, sedangkan harga lahan rendah (Rp.55.000 Rp.145.000) tersebar pada lahan pertanian dengan aksesibilitas rendah. (2) Harga lahan dipengaruhi oleh bentuk penggunaan lahan, aksesibilitas lahan positif, dan kelengkapan utilitas umum. Harga lahan pada bentuk penggunaan lahan perdagangan dan jasa lebih tinggi daripada lahan kosong, pertanian, permukiman, dan industri. Harga lahan pada bentuk penggunaan lahan permukiman dan industri dengan lahan kosong tidak mempunyai perbedaan secara nyata tergantung utilitas dan aksesibilitasnya. Harga lahan pada bentuk penggunaan lahan pertanian juga tidak memiliki perbedaan yang nyata dengan lahan kosong maupun permukiman dan industri. Aksesibilitas lahan positif tinggi memiliki harga lahan lebih tinggi daripada aksesibilitas lahan positif sedang. Utilitas umum tinggi memiliki harga lahan lebih tinggi bila dibandingkan dengan utilitas umum rendah.
-
Kata Kunci : Estimasi Harga Lahan,Sistem informasi geografis,penginderaan jauh,Gamping,Sleman,DIY