Laporkan Masalah

Ketahanan Pribadi Generasi Y Dan Z Pasca Bencana Gempa Dalam Membangun Ekonomi Mandiri Dan Implikasi Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga

BILLYANI TANIA, Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si. ; Prof. Dr. R.M. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec.

2025 | Disertasi | S3 Ketahanan Nasional

Penelitian ini membahas ketahanan pribadi generasi Y dan Z pascabencana gempa dalam membangun ekonomi mandiri serta implikasinya terhadap ketahanan ekonomi keluarga di empat desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian untuk menganalisis ketahanan pribadi generasi Y dan Z pascagempa, pengaruhnya terhadap pembangunan ekonomi mandiri, serta dampaknya pada ketahanan ekonomi keluarga.
Penelitian menggunakan metode mixed method dengan desain embedded concurrent, yang memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara simultan. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis ketahanan pribadi generasi Y dan Z pascabencana menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Selain itu, pendekatan ini juga digunakan untuk mengukur pengaruh ketahanan pribadi terhadap ekonomi mandiri dan ketahanan ekonomi keluarga. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperkuat analisis terkait tiga rumusan masalah (research questions, RQ1, RQ2, RQ3) melalui alur coding, thematic analysis, hingga cross-thematic analysis. Proses analisis dilakukan melalui mixing berupa komparasi, kombinasi, integrasi, dan interpretasi untuk menghasilkan kesimpulan yang komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan pribadi generasi Y dan Z pascabencana gempa memiliki hubungan yang signifikan dengan pembangunan ekonomi mandiri dan ketahanan ekonomi keluarga. Namun, hasil tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Terdapat anomali di mana ketahanan pribadi yang kuat tidak sepenuhnya diimbangi dengan pemerataan komponen-komponen ketahanan pribadi, terutama unsur-unsur yang berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi. Hal ini menyebabkan lemahnya sebagian indikator ketahanan ekonomi keluarga, seperti kondisi rumah tinggal, pendidikan, pendapatan, dan jaminan keuangan. Kultur masyarakat Jawa yang cenderung menerima kondisi apa adanya dengan prinsip pemenuhan kebutuhan minimum turut berkontribusi pada kerentanan ini. Akibatnya, meskipun ketahanan pribadi dan ekonomi keluarga tampak memadai secara kasatmata, keduanya sebenarnya rentan terhadap guncangan internal maupun eksternal. Kondisi ini menghambat upaya pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya berdampak pada stabilitas ekonomi makro. Kerentanan ekonomi keluarga yang tidak disadari dalam jangka panjang dapat memicu kerentanan sosial, isu moral, serta ketidakadilan.

This study examines the personal resilience of Generations Y and Z post-earthquake in developing independent economic activities and its implications for family economic resilience in four villages in Jetis Sub-district, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. The research aims to analyze the personal resilience of Generations Y and Z post-earthquake, its influence on independent economic development, and its impact on family economic resilience.
The study employs a mixed-method approach with an embedded concurrent design, integrating quantitative and qualitative methods simultaneously. The quantitative approach was used to analyze the personal resilience of Generations Y and Z post-disaster using the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Additionally, it measured the influence of personal resilience on independent economic activities and family economic resilience. The qualitative approach was applied to deepen the analysis related to three research questions (RQ1, RQ2, RQ3) through coding, thematic analysis, and cross-thematic analysis. The analysis process was conducted through mixing methods such as comparison, combination, integration, and interpretation to produce comprehensive conclusions.
The results indicate that the personal resilience of Generations Y and Z post-earthquake significantly correlates with independent economic development and family economic resilience. However, these findings do not fully reflect the actual conditions in the field. Anomalies were found where strong personal resilience was not entirely balanced with the equal distribution of personal resilience components, particularly those closely related to economic development. This leads to weaknesses in certain indicators of family economic resilience, such as housing conditions, education, income, and financial security. The Javanese culture, which tends to accept conditions as they are with a principle of meeting minimum needs, contributes to this vulnerability. As a result, although personal and family economic resilience may appear adequate on the surface, they are actually vulnerable to internal and external shocks. This condition hampers poverty alleviation efforts and economic growth, ultimately affecting macroeconomic stability. Unrecognized long-term family economic vulnerability can trigger social vulnerabilities, moral issues, and injustice.

Kata Kunci : ketahanan pribadi, generasi Y dan Z, ekonomi mandiri, ketahanan ekonomi keluarga

  1. S3-2025-468361-abstract.pdf  
  2. S3-2025-468361-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-468361-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-468361-title.pdf