Laporkan Masalah

Peranan kota kecil terhadap perkembangan daerah hinterland (Kasus kota Pakem kabupaten Sleman)

Lissa Rukmi Utari, Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. R. Rijanta, M.Sc.

1993 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kota Kecil merupakan "Kota Antara" yang berfungsi menjadi jembatan antara perkembangan kota besar dan daerah pedesaan. Kota Kecil diharapkan dapat menyediakan fasilitas pelayanan yang lebih kurang hampir sama dengan kota besar, sehingga dapat mengurangi arus migrasi ke kota besar dengan menampung penduduk yang ada di daerah perdesaan. Mengingat salah satu fungsi dari kota kecil sebagai penyedia pelayanan fasilitas sosial ekonomi, penelitian ini berusaha mengungkapkan sampai seberapa jauh peranan yang diberikan oleh kota kecil terhadap perkembangan daerah hinterland. Penelitian dilakukan di Kota Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan kota kecil sebagai Ibukota Kecamatan. Pembangunan Kota Pakem tidak dapat terlepas dari kebijaksanaan Pembangunan Perwilayahan Kabupaten Sleman, di mana Kota Pakem merupakan pusat dari Satuan Kawasan Pengembangan (SKP) dengan daerah hinterland yang meliputi seluruh desa di Kecamatan Pakem, seluruh desa di Kecamatan Cangkringan, Desa Sukoharjo, Sardonoharjo, Donoharjo (Kecamatan Ngaglik) dan Desa Umbulmartani (Kecamatan Ngemplak). Tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui orientasi penduduk daerah hinterland Kota Pakem dalam memanfaatkan fasilitas pelayanan sosial ekonomi, tujuan kedua adalah untuk mengetahui peran ekonomi melalui kegiatan perdagangannya terhadap perkembangan daerah hinterland. Untuk mencapai apa yang menjadi tujuan penelitian ini, dilakukan penelitian dengan menggunakan metode survai yaitu wawancara langsung dengan informan kunci mengenai orientasi penduduk hinterland untuk mendapatkan pelayanan dan sebagian pedagang warung, toko dan bakul di Kota Pakem untuk mengetahui kegiatan perdagangan. Dari data primer dan sekunder yang dapat dikumpulkan, dilakukan analisa kualitatif dan kuantitatif menggunakan analisa fungsi pelayanan, tabel silang tunggal maupun ganda dan statistik menggunakan kai kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua penduduk yang tinggal di daerah hinterland memanfaatkan fasilitas pelayanan sosial ekonomi di Kota Pakem, terutama penduduk di wilayah Kecamatan Ngaglik dan Ngemplak karena efek tarikan yang lebih besar dari Yogyakarta sebagai kota dengan hirarki I. Jenis pelayanan yang banyak dimanfaakan oleh penduduk hinterland adalah jenis pelayanan yang bersifat non policy dalam pengadaannya yaitu fasilitas pelayanan ekonomi. Dengan demikian Kota Pakem lebih banyak melayani penduduk di lereng Gunungapi Merapi selatan yaitu penduduk wilayah Kecamatan Cangkringan dan Pakem. Kegiatan perdagangan di Kota Pakem dalam perkembangannya cenderung melayani kebutuhan barang untuk kebutuhan sendiri dan multiplier effect bagi kegiatan ekonomi lainnya kecil. Ini mengidentifikasikan bahwa kecilnya peran Kota Pakem dalam perkembangan daerah hinterland, khususnya dalam penciptaan kesempatan kerja non pertanian, diversifikasi mata pencaharian dan penurunan tekanan penduduk terhadap lahan, walau demikian mempunyai potensi untuk dikembangkan terutama dalam kegiatan pengumpul dan penyebar hasil produksi pertanian baik dari daerah hinterland maupun sekitarnya

-

Kata Kunci : Perkembangnan daerah Hinterland,Geografi wilayah,Kota kecil,Pakem,Sleman,DIY

  1. S1-1993-3005-Abstract.pdf  
  2. S1-1993-3005-Bibliography.pdf  
  3. S1-1993-3005-TableofContent.pdf  
  4. S1-1993-3005-Title.pdf