Laporkan Masalah

Pengaruh Aplikasi Gel Ekstrak BAwang Putih (Allium sativum L.) Konsentrasi 20% terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 (Kajian pada Tikus Sprague dawley denga Kerusakan Jaringan Periapikal melalui Metode Perawatan Lesion Sterilization Tissue Repair)

Yunirahmilia, Dr. drg. Indra Bramanti, M.Sc., Sp. KGA, K-PKOA, Prof. Dr. drg. Al. Supartinah S., S.U., Sp. KGA (K)

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan Gigi Anak

Latar Belakang: Matriks metalloproteinase-9 (MMP-9) berperan penting dalam degradasi jaringan dan progresivitas kerusakan periapikal sehingga penghambatan ekspresinya menjadi target terapeutik potensial. Bawang putih (Allium sativum L.) mengandung senyawa bioaktif organosulfur yang bekerja melalui jalur NF-?B dan berpotensi menurunkan ekspresi MMP-9. Tujuan: menganalisis pengaruh gel ekstrak bawang putih (GEB) 20% serta lama paparan terhadap ekspresi MMP-9 pada kerusakan jaringan periapikal tikus Sprague Dawley. Metode: true experimental laboratory dengan post-test only control group. Sampel 27 gigi molar atas kanan dan kiri tikus Sprague Dawley, dilakukan perforasi kamar pulpa dan injeksi LPS E.coli, serta dibiarkan 3 hari untuk menginduksi kerusakan jaringan periapikal. Terdapat 9 kelompok berdasarkan jenis perlakuan (basis gel, gel ekstrak bawang putih 20%, dan triple antibiotic paste/TAP) serta lama paparan (hari ke-5, 7, dan 14). Ekspresi MMP-9 dievaluasi secara imunohistokimia, dikuantifikasi menggunakan ImageJ dan dianalisis dengan Two-Way ANOVA serta uji post hoc LSD (? = 0,05). Hasil: GEB 20% signifikan menurunkan ekspresi MMP-9 dibanding kontrol negatif (p < 0>Sprague dawley. Ekspresi MMP-9 tertinggi pada lama paparan hari ke-5 dan menurun pada hari ke-14.

Kata Kunci : gel ekstrak bawang putih (GEB) 20%, MMP-9, lama paparan, kerusakan periapikal


Background: Matrix metalloproteinase-9 (MMP-9) is a key enzyme in extracellular matrix degradation and contributes to the progression of periapical lesions. Its inhibition is considered a potential therapeutic strategy. Garlic (Allium sativum L.), rich in organosulfur bioactive compounds, is known to modulate inflammation via NF-?B signaling and may reduce MMP-9 expression. Objectives: This study investigated the effect of 20% garlic extract gel (GEB) and exposure duration on MMP-9 expression in periapical tissue destruction of Sprague Dawley rats. Method: A true experimental laboratory design with a post-test only control group was employed. Periapical destruction were induced through pulpal perforation and intrapulpal injection of E. coli lipopolysaccharide (LPS), followed by a 3-day latency period to establish tissue destruction. Twenty-seven maxillary molars were assigned to nine groups based on treatment (gel base, GEB 20% and triple antibiotic paste/TAP) and exposure duration (days 5, 7, and 14). MMP-9 expression was evaluated immunohistochemically and quantified using ImageJ. Data were analyzed with Two-Way ANOVA and LSD post hoc test (? = 0.05). Results: GEB 20% significantly reduced MMP-9 expression compared with the negative control (p < 0>

Keywords: garlic extract gel (GEB) 20%, MMP-9, exposure duration, periapical tissue destruction



Kata Kunci : Kata Kunci : gel ekstrak bawang putih (GEB) 20%, MMP-9, lama paparan, kerusakan periapikal

  1. SPESIALIS-2025-491195-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-491195-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-491195-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-491195-title.pdf