Laporkan Masalah

Windfarms In Indonesia: Local Community Acceptance / Opposition from Distributional Justice and Procedural Justice Perspectives

Jochem van der Deen, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Perubahan iklim memengaruhi kita semua dan banyak lembaga serta negara telah menetapkan tujuan untuk menciptakan energi terbarukan, dengan energi angin sebagai salah satu sumber potensial. Proyek energi angin sering kali terdampak oleh kurangnya penerimaan sosial, yang dapat berdampak pada kelayakan proyek. Penelitian ini mengkaji penerimaan sosial dalam perencanaan ladang angin dari perspektif keadilan distribusional dan keadilan prosedural. Penelitian menunjukkan bahwa keadilan distribusional dan keadilan prosedural dalam perencanaan ladang angin menghasilkan penerimaan sosial yang lebih besar, tetapi sebagian besar penelitian tentang perspektif ini hingga saat ini dilakukan dalam konteks Global Utara. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk berkontribusi dalam mencari tahu apakah kerangka teoritis yang berasal dari penelitian saat ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan penelitian dalam konteks Global Selatan. Dua ladang angin di Indonesia telah menjadi bagian dari penelitian empiris. Analisis data yang dikumpulkan melalui survei, kerja lapangan, dan wawancara menghasilkan beberapa wawasan teoritis awal yang baru. Dalam sampel kami, dari perspektif keadilan distribusional, manfaat sosial pribadi terutama penting untuk penerimaan sosial. Dari perspektif keadilan prosedural, data menunjukkan bahwa keterlibatan 'pasif' terutama menciptakan penerimaan sosial. Hasilnya dapat dilihat sebagai permulaan teori Global Selatan tentang penerimaan sosial dari perspektif keadilan distribusional dan keadilan prosedural, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan.

Climate change is affecting all of us and many institutions and countries have set goals for the creation of renewable energy, with wind energy being one of the potential sources. Wind energy projects are often impacted by a lack of social acceptance, which can have impacts on the feasibility of a project. This research looks into social acceptance in windfarm planning from a distributional justice and procedural justice perspective. Research shows distributional justice and procedural justice in windfarm planning lead to more social acceptance, but most research on these perspectives have until now been done in a Global North setting. Therefore, the aim of this research is to contribute to finding out whether the theoretical framework coming from current research can also be used as a tool to do research in a Global South context. Two windfarms in Indonesia have been part of the empirical research. Analysis of the data that is collected by surveys, fieldwork, and interviews resulted in some new preliminary theoretical insights. In our sample, from a distributional justice perspective mainly personal social benefits are important for social acceptance. From a procedural justice perspective, the data shows that mainly ‘passive’ involvement is creating social acceptance. The results could be seen as a start to Global South theory on social acceptance from a distributional justice and procedural justice perspective, but further research is needed.

Kata Kunci : Wind Energy, Distributional Justice, Procedural Justice, Social Acceptance, Local Community

  1. S2-2025-491669-abstract.pdf  
  2. S2-2025-491669-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-491669-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-491669-title.pdf