Laporkan Masalah

Peran Kecerdasan Emosional terhadap Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal dengan Jenis Kelamin sebagai Moderator

Rahmi Febrian Arnila, Zahra Frida Intani, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Budaya Indonesia menganggap bahwa pernikahan merupakan suatu pencapaian sosial yang penting. Selain itu, pernikahan diharapkan akan mendatangkan kebahagiaan bagi individu. Oleh karena itu, kesiapan menikah menjadi isu penting untuk dibahas. Salah satu kemampuan psikologis yang diperkirakan berperan dalam kesiapan menikah adalah kecerdasan emosional karena mencakup kemampuan dalam mengenali dan memahami emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengelolanya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kecerdasan emosional terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal, serta mengetahui apakah jenis kelamin dapat menjadi moderator dalam hubungan keduanya. Partisipan penelitian ini adalah 160 dewasa awal (18–25 tahun). Data diperoleh melalui survei daring menggunakan skala kecerdasan emosional berdasarkan teori Goleman dan Marriage Readiness Scale (MRS). Analisis regresi moderasi menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan terhadap kesiapan menikah, tetapi jenis kelamin tidak memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini menyoroti pentingnya meningkatkan kecerdasan emosional dalam upaya mempersiapkan diri menuju pernikahan.

Indonesian culture considers marriage an important social achievement. Moreover, marriage is expected to bring happiness to individuals. Therefore, marital readiness becomes an important issue to discuss. One psychological ability that is presumed to play a role in marital readiness is emotional intelligence, as it involves the ability to recognize and understand one’s own emotions and those of others, and to manage them properly. This study aims to examine the role of emotional intelligence in marital readiness among early adults and to determine whether gender can moderate this relationship. The participants were 160 early adults (aged 18–25 years). Data were collected through an online survey using the Emotional Intelligence Scale based on Goleman’s theory and Marriage Readiness Scale (MRS). Moderated regression analysis showed that emotional intelligence plays a role in marital readiness, but gender does not moderate this relationship. These findings highlight the importance of improving emotional intelligence as part of efforts to prepare oneself for marriage. 

Kata Kunci : kesiapan menikah, kecerdasan emosional, dewasa awal

  1. S1-2025-477025-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477025-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477025-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477025-title.pdf