Studi Bioindikator Pencemaran Lingkungan di Sungai Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Fatimah Novianti, Prof. Dr. Ignasius Loyola Setyawan;Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U
2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Sungai Senapelan merupakan salah satu sub daerah aliran
Sungai Siak yang berada di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dan berperan penting
sebagai badan air penerima limbah domestik, aktivitas pasar, dan permukiman
padat penduduk. Tekanan antropogenik yang terus meningkat berpotensi menurunkan
kualitas air serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Senapelan berdasarkan
parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi, serta menganalisis komunitas makrozoobentos
sebagai bioindikator pencemaran lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan pada
empat stasiun pengamatan yang mewakili wilayah hulu, tengah, dan hilir sungai.
Parameter fisika yang dianalisis meliputi suhu, kekeruhan, dan Total
Dissolved Solids (TDS); parameter kimia meliputi pH, Dissolved Oxygen
(DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand
(COD), nitrat, dan nitrit; serta parameter mikrobiologi meliputi Escherichia
coli dan Total Coliform. Penilaian mutu air mengacu pada baku mutu air
sungai kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang
Penyelanggaran Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup . Hasil
menunjukkan bahwa suhu air berkisar antara 29,0–30,4°C dan pH antara 6,76–7,42,
masih dalam batas baku mutu. Namun, parameter lain menunjukkan pencemaran
berat. Nilai DO berada pada kisaran 3,10–3,41 mg/L (di bawah baku mutu ?4
mg/L). Nilai BOD sangat tinggi, berkisar 4–17 mg/L, sementara COD mencapai
27–54 mg/L, keduanya melampaui baku mutu yang ditetapkan. Nilai TDS berkisar
220–460 mg/L dan menunjukkan tren peningkatan ke arah hilir. Konsentrasi nitrat
dan nitrit relatif rendah (NO??: 0,035–0,88 mg/L; NO??: 0,46–0,54 mg/L), namun
mengindikasikan adanya masukan nutrien. Parameter mikrobiologi menunjukkan
pencemaran paling serius. Konsentrasi E. coli mencapai 160.000–240.000
MPN/100 mL, dan Total Coliform sebesar 240.000 MPN/100 mL di seluruh stasiun,
jauh melebihi baku mutu. Struktur komunitas makrozoobentos memperlihatkan
keanekaragaman rendah dan dominasi organisme toleran pencemaran, yang
menegaskan tekanan ekologis berat. Berdasarkan seluruh parameter, Sungai
Senapelan dikategorikan sebagai perairan tercemar berat. Diperlukan pengelolaan
terpadu melalui perbaikan sanitasi, pengolahan limbah domestik, dan
rehabilitasi bantaran berbasis bioindikator untuk memulihkan fungsi ekosistem
sungai.
The Senapelan River is a sub–watershed of the Siak River
located in Pekanbaru City, Riau Province, and plays an important role as a
receiving water body for domestic wastewater, market activities, and densely
populated settlements. Increasing anthropogenic pressure has the potential to
degrade water quality and disrupt the balance of aquatic ecosystems. This study
aimed to evaluate the water quality of the Senapelan River based on physical,
chemical, and microbiological parameters and to analyze the macrozoobenthos
community as a bioindicator of environmental pollution.Sampling was conducted
at four stations representing the upstream, middle, and downstream segments of
the river. Physical parameters included temperature, turbidity, and Total
Dissolved Solids (TDS); chemical parameters included pH, Dissolved Oxygen (DO),
Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), nitrate, and
nitrite; while microbiological parameters consisted of Escherichia coli and
Total Coliform. Water quality assessment was based on Class II water quality
standards according to Government Regulation Number 22 of 2021 concerning
Environmental Protection and Management. The results showed that water
temperature ranged from 29.0–30.4°C and pH ranged from 6.76–7.42, indicating
conditions within acceptable limits. However, other parameters reflected severe
pollution. DO concentration ranged from 3.10–3.41 mg/L, which was below the
standard threshold (?4 mg/L). BOD values were considerably high (4–17 mg/L),
while COD concentrations reached 27–54 mg/L, both exceeding permissible limits.
TDS values ranged from 220–460 mg/L and showed an increasing trend toward the
downstream section. Nitrate and nitrite concentrations were relatively low
(NO??: 0.035–0.88 mg/L; NO??: 0.46–0.54 mg/L), but indicated continuous
nutrient input. Microbiological parameters showed the most critical condition,
with E. coli concentrations reaching 160,000–240,000 MPN/100 mL and Total
Coliform of 240,000 MPN/100 mL at all stations, far exceeding quality standards.
The macrozoobenthos community structure exhibited low diversity and dominance
of pollution-tolerant taxa, confirming severe ecological stress. Based on all
observed parameters, the Senapelan River is classified as a heavily polluted
water body. Integrated management through sanitation improvement, domestic
wastewater treatment, and bioindicator-based riparian rehabilitation is
essential to restore the river’s ecological function.
Kata Kunci : Sungai Senapelan, Kualitas Air, Makrozoobentos, Bioindikator, Pencemaran Lingkungan, Strategi Pengendalian Lingkungan