EKSPLORASI PENDAPAT DENTAL TEACHER TERHADAP KONSEP ASSESSMENT FOR LEARNING PADA PENDIDIKAN KEDOKTERAN GIGI DI INDONESIA: STUDI KUALITATIF
Emilisa Indah Sari, Prof. dr. Mora Claramita, MHPE., Ph.D, Sp.KKLP ; dr. Rachmadya Nur Hidayah, MSc., Ph.D
2026 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran
Pendahuluan: Penerapan pendekatan assessment for learning dalam pendidikan kedokteran gigi masih menjadi tantangan. Dalam proses penilaian, dosen memegang peran kunci dalam memberikan umpan balik yang dapat memicu pembelajaran mahasiswa. Namun, persepsi dosen terhadap konsep penilaian dapat memengaruhi proses pemberian dan penerimaan umpan balik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi dosen kedokteran gigi terhadap konsep assessment for learning serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi konsep ini. Metode:Sebanyak empat belas dosen kedokteran gigi dari sebuah fakultas kedokteran gigi di Indonesia diwawancarai. Transkrip wawancara dianalisis menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa dosen kedokteran gigi secara umum memiliki pemahaman yang masih terbatas terhadap konsep ini. Sebagian besar dosen memandang bahwa: (1) angka merupakan hasil akhir penilaian yang sering dugunakan dan berfungsi sebagai pemicu aktivitas belajar mahasiswa; (2) catatan penilaian seperti portofolio lebih dipandang sebagai dokumen administratif daripada sebagai alat refleksi; (3) praktik pemberian umpan balik kurang mendukung terjadinya refleksi lanjutan; (4) mahasiswa, menurut pandangan dosen, cenderung lebih berfokus pada penyelesaian tugas akhir dan ujian dibandingkan dengan aktif mencari umpan balik. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, yaitu: (1) regulasi institusi seperti indeks prestasi kumulatif (IPK) mendorong dosen untuk memberikan “nilai” kepada mahasiswa; (2) keterbatasan pemahaman dosen dalam mendorong pembelajaran berkelanjutan; (3) rendahnya motivasi mahasiswa dalam mencari umpan balik. Kesimpulan: Pengetahuan dosen kedokteran gigi tentang penilaian masih didominasi oleh fungsi administratif dibandingkan fungsi edukatif. Untuk mengatasi masalah “keterbatasan pemahaman dosen terhadap konsep assessment for learning”, perlu diimplementasikan program-program yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme dosen kedokteran gigi di bidang ini.
Introduction: Implementing the “assessment for learning” approach in dental education remains a challenge. In assessment, teachers play a pivotal role in delivering feedback that can stimulate student learning. However, teachers’ perceptions of the concept of assessment may influence the process of giving and receiving feedback. This study aims to understand the perceptions of dental teachers toward the “assessment for learning” concept and the challenges associated with its implementation. Methods: Fourteen dental teachers of an Indonesian dental school were interviewed. The interview transcripts were analyzed using a phenomenology approach. Results: The findings reveal that dental teachers generally hold limited views regarding this concept. They mostly perceived that (1) scores are the usual final assessment results that act as triggers for students’ learning activities, (2) assessment records like portfolio are regarded as administrative documents rather than tools for reflection, (3) feedback practices are less supportive for further reflection, (4) students, in their view, tend to focus on completing final assignments and examinations rather than feedback seekers. The study also identifies the challenges: (1) Institutional regulations such as the grade point average, drive lecturers to give ‘marks’ for the students, (2) limited lecturer understanding to promote continuous learning, (3) low student motivation in feedback seeking. Conclusion: Dental teachers’ knowledge of assessment is still primarily dominated by administrative function rather than educational function. To address the issue of “lecturers’ limited understanding of the assessment for learning concept”, programs aimed at developing dental teachers’ knowledge, skills, and professionalism in this area need to be implemented.
Kata Kunci : assessment for learning, feedback, dental teachers