Laporkan Masalah

TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI ERA DIGITAL (STUDI PADA PIMPINAN PUSAT 'AISYIYAH)

Noviati Roficoh, Dr. Hakimul Ikhwan, M.A. ; Dr. Dewi Haryani Susilastuti, M.A.

2025 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

INTISARI

Penelitian ini mengkaji Transformasi Kepemimpinan Perempuan di Era Digital dengan Studi pada Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Penelitian ini didasarkan pada tantangan era digital yang menuntut organisasi perempuan terutama ‘Aisyiyah untuk beradaptasi dan mentransformasikan pola kepemimpinan agar tetap efektif dalam dakwah, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dinamika kepemimpinan perempuan, bentuk-bentuk transformasi kepemimpinan yang muncul, serta strategi penguatan organisasi dalam respon terhadap perubahan teknologi informasi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri dari para pimpinan di lingkungan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah serta perwakilan dari beberapa wilayah strategis. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan dalam Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengalami pergeseran dari pola kepemimpinan konvensional menuju kepemimpinan digital yang lebih adaptif, partisipatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi ini berjalan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam berkemajuan dan identitas keorganisasian ‘Aisyiyah. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan literasi digital, kesenjangan generasi dan geografis, serta keterbatasan infrastruktur di tingkat akar rumput. Terdapat peningkatan signifikan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk manajemen organisasi, dakwah, dan penguatan jaringan kader.

Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi penguatan kapasitas digital di semua tingkatan organisasi, kaderisasi digital bagi generasi muda, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam inovasi digital ‘Aisyiyah. Penyebabnya ada kesenjangan literasi digital antar generasi, disparitas geografis, dan lemahnya infrastruktur yang menjadi hambatan serius. Transformasi kepemimpinan digital di ‘Aisyiyah seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai proses teknis adopsi digital, tetapi juga sebagai upaya yang lebih substantif untuk menjaga nilai ideologis, memperluas peran perempuan, dan mencapai keadilan digital. Penelitian ini menambah pengembangan khazanah keilmuan tentang kepemimpinan perempuan berbasis nilai di era digital, juga memberikan tawaran untuk refleksi kritis bagi penguatan strategi transformasi organisasi perempuan lainnya.


Kata kunci: Kepemimpinan Perempuan, Transformasi Digital, Aisyiyah, Kepemimpinan Digital 


ABSTRACT

This study examines the Transformation of Women’s Leadership in the Digital Age with a Study of the 'Aisyiyah Central Leadership. The background of this study refers to the challenges of the digital age, which require the woman’s organisation  ‘Aisyiyah to be able to adapt and transform its leadership patterns in order to remain in line with its mission of preaching, advocacy, and community empowerment. The objective is to describe the dynamics of women’s leadership, the forms of leadership transformation that have occurred, and the strengthening strategies in the organisation’s response to changes in information technology.

This study utilised a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of in-depth interviews, observation, and  document analysis. The research subjects consisted of leaders within the ‘Aisyiyah Central Leadership and several strategic regions. Data analysis was conducted using an interactive model that included data reduction, data presentation, and conclusion drawing.

The result of the study indicate that women’s leadership  in the ‘Aisyiyah Central Leadership has shifted from conventional leadership patterns to technological developments. This transformation process has been carried out while maintaining progressive Islamic values and the organisational identity of ‘Aisyiyah. Some of the challenges faced include limited digital literacy, generational and geographical gaps, and infrastructure limitations at the grassroots level. There has been a significant increase in the use of digital technology for organisational management, da’wah, and strengthening cadre networks.

This study recommends the need for a digital capacity building strategy at all levels of the organisation, digital regeneration for the younger generation, and the integration of Islamic values into ‘Aisyiyah digital innovations. The reasons for this are the digital literacy gap between generations, geographical disparities, and weak infrastructure, which are serious obstacles. Digital leadership transformation in ‘Aisyiyah should not only be in terpreted as a technical process of digital adoption, but also as a more substantive effort to maintain ideological values, expand the role of women, and achieve digital justice. This study adds to the development of scientific knowledge about value-based women’s leadership in the digital era, and also provides an opportunity for critical reflection on strengthening the transformation strategies of other women’s organisations.

Keywords: Women’s Leadership, Digital Transformation, Aisyiyah, Digital Leadership 


Kata Kunci : Kepemimpinan Perempuan, Transformasi Digital, Aisyiyah, Kepemimpinan Digital

  1. S2-2025-526801-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526801-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526801-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526801-title.pdf