Penularan Risiko dan Peran Safe Haven Aset Kripto di Indonesia: Studi Komparatif Ketergantungan Ekstrem Sebelum, Selama, dan Pasca COVID-19
Amir Rizqi Ramadhan, R. Agus Sartono, Prof., Dr., M.B.A.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dinamika ketergantungan ekstrem (tail dependence)
antara aset kripto (Bitcoin dan Ethereum) dengan indikator pasar keuangan
Indonesia (IHSG dan USD/IDR), serta menguji validitas aset kripto sebagai safe
haven selama krisis sistemik. Menggunakan data runtun waktu harian dari
Maret 2017 hingga Oktober 2025, penelitian ini membagi analisis ke dalam tiga
rezim pasar yang berbeda: pra-COVID, selama COVID, dan pasca-COVID. Pendekatan
ekonometrika Copula-DCC-GARCH dengan distribusi Student’s t diterapkan untuk
memodelkan struktur ketergantungan non-linier dan risiko kejadian ekstrem
bersamaan yang tidak dapat ditangkap oleh korelasi standar.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa struktur ketergantungan antar aset bersifat dinamis dan sangat
bergantung pada rezim pasar. Pada periode pra-COVID, ketergantungan ekstrem
ditemukan lemah dan tidak signifikan, mendukung potensi diversifikasi. Namun,
selama krisis pandemi, terjadi peningkatan signifikan pada tail dependence
antara aset kripto dan IHSG, yang mengindikasikan adanya penularan finansial (contagion)
dan kegagalan fungsi safe haven aset kripto. Temuan menarik lainnya
adalah terjadinya pergeseran risiko (risk shifting) pada periode
pasca-COVID, di mana ketergantungan dengan pasar saham menghilang, namun muncul
ketergantungan ekstrem baru yang signifikan antara aset kripto dan nilai tukar
Rupiah (USD/IDR). Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi investor
dan regulator mengenai mitigasi risiko sistemik aset digital di pasar negara berkembang.
This study
aims to analyse the dynamics of extreme dependence (tail dependence) between
crypto assets (Bitcoin and Ethereum) and Indonesian financial market indicators
(IHSG and USD/IDR), and to test the validity of crypto assets as safe havens
during systemic crises. Utilising daily time-series data from March 2017 to
October 2025, this research divides the analysis into three distinct market regimes:
pre-COVID, during COVID, and post-COVID. A Copula-DCC-GARCH econometric
approach with Student’s t-distribution is applied to model non-linear
dependence structures and the risk of simultaneous extreme events that standard
correlation fails to capture.
The results
indicate that the dependence structure between assets is dynamic and highly
regime-dependent. In the pre-COVID period, extreme dependence was found to be
weak and insignificant, supporting diversification potential. However, during
the pandemic crisis, there was a significant increase in tail dependence
between crypto assets and the IHSG, indicating financial contagion and the
failure of crypto assets to function as safe havens. Another notable finding is
the phenomenon of risk shifting in the post-COVID period, where dependence with
the stock market disappeared, but new significant extreme dependence emerged
between crypto assets and the exchange rate (USD/IDR). This study provides
empirical contributions for investors and regulators regarding the mitigation
of systemic risks of digital assets in emerging markets.
Kata Kunci : Aset Kripto, Safe Haven, Tail Dependence, Copula-DCC-GARCH, Penularan Finansial.