Populisme Islam di Tingkat Lokal: Menyelami Terbentuknya Identitas Kolektif dan Kolektivitas Manonjaya di Priangan Timur
Ahmad Anfasul Marom, Dr. Wawan Mas’udi, S.IP.,M.P.A., Prof. Dr. Amalinda Savirani, S.IP., M.A.
2025 | Disertasi | S3 Ilmu Politik
Disertasi ini mempelajari kelahiran dan perkembangan populisme Islam di Pondok Pesantren yang bernama Miftahul Huda Manonjaya-Tasikmalaya, Jawa Barat. Berbeda dengan sebagian besar studi bertopik populisme, dalam disertasi konsep populisme ini dipahami sebagai bagian dari proses pembentukan “people”, dengan dua unsur penting “people” adalah a) identitas kolektif dan b) kolektivitas Manonjaya. Penulis berargumen pertama, terbentuknya “people” di Manonjaya bukanlah sesuatu yang terberi melainkan hasil konstruksi dari proses pembingkaian. Kedua, proses konstruksi ini juga dipengaruhi oleh hubungan saling mengontaminasi antara universalitas dan partikularitas identitas Manonjaya. Ketiga, kemunculan populisme Islam di Manonjaya dilatari oleh struktur kesempatan politik yang terjadi baik pada level politik nasional maupun politik lokal.
Pembahasan dalam disertasi ini merunut secara historis perkembangan Manonjaya dari waktu ke waktu. Dalam perkembangan tersebut berlangsung proses tarik-menarik antara berbagai elemen yang berbeda tapi semuanya tetap dalam rangka Manonjaya sebagai kolektivitas bersama. Secara metodologis disertasi ini mengadopsi pendekatan konstruksitivis. Pembahasan yang dilakukan dalam disertasi ini merupakan produksi realitas yang spesifik terkait Manonjaya yang dilakukan berdasarkan argumentasi yang penulis bangun. Titik tekannya bukan pada dari mana sumber konstuksi maupun bukan dalam rangka apa konstruksi itu dilakukan, melainkan pada proses konstruksi itu sendiri. Materi yang digunakan untuk memproduksi realitas tersebut berasal dari observasi, wawancara, dan studi dokumen.
Disertasi ini menunjukkan bahwa populisme Islam di Manonjaya adalah proyek pembentukan identitas kolektif dari kolektivitas Manonjaya yang tidak pernah permanen dan selalu berubah dari waktu ke waktu, tergantung perkembangan dan perubahan dalam konteks sosial dan politik di sekitarnya.
This dissertation examines the emergence and development of Islamic populism at the Pesantren Miftahul Huda in Manonjaya, Tasikmalaya. Departing from approaches that treat populism primarily as an ideology or political strategy, this study conceptualizes Islamic populism as a mode of people-making. In this context, the construction of “the people” involves the articulation of collective identity and collectivity of Manonjaya. The study argues that “the people” in Manonjaya are not a pre-given social entity but a contingent outcome of discursive and political processes. Through practices of framing, heterogeneous actors and demands are articulated into a provisional collective subject. This construction is shaped by the dynamic interaction between universality and particularity, whereby locally grounded religious claims are continuously negotiated within broader political narratives. The emergence of Islamic populism in Manonjaya is enabled by shifting political opportunity structures at both national and local levels. Accordingly, the dissertation adopts a historical perspective to trace Manonjaya’s development over time, highlighting ongoing tensions and negotiations among diverse social and political elements that nonetheless remain embedded within Manonjaya as a shared collective framework. Methodologically, the study employs a constructionist qualitative approach, drawing on observations, in-depth interviews, and document analysis. The dissertation concludes that Islamic populism in Manonjaya constitutes a contingent, open-ended project of collective identity formation that is continuously rearticulated in response to shifting social and political contexts.
Kata Kunci : Populisme Islam, identitas kolektif, kolektivitas, pembingkaian, universalitas, partikularitas, struktur kesempatan politik.