Apakah Kinerja ESG Mencegah Risiko Jatuhnya Harga Saham? Peran Greenwashing sebagai Variabel Moderasi
Resfita Dewi, Prof. Dr. Tandelilin Eduardus, M.B.A.
2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Penelitian
ini bertujuan untuk menguji apakah kinerja ESG mampu mencegah risiko jatuhnya
harga saham serta menganalisis peran greenwashing sebagai variabel
moderasi. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di pasar
modal negara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina)
selama periode 2020–2024. Kinerja ESG diukur menggunakan skor komprehensif ESG
yang mencerminkan kinerja perusahaan pada dimensi lingkungan, sosial, dan tata
kelola, sementara greenwashing diproksikan melalui kesenjangan antara
pengungkapan ESG dan kinerja ESG aktual perusahaan (disclosure-performance
gap) serta menggunakan indikator opacity financial report. Penelitian
ini menggunakan sampel sebanyak 362 perusahaan dengan total 1.780 observasi.
Metode analisis yang digunakan adalah fixed effect model yang dapat
mengendalikan heterogenitas tidak teramati antar perusahaan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kinerja ESG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
risiko jatuhnya harga saham yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan
kinerja ESG yang lebih baik cenderung memiliki risiko crash harga saham
yang lebih rendah. Namun demikian, greenwashing terbukti secara
signifikan melemahkan pengaruh negatif kinerja ESG terhadap risiko jatuhnya
harga saham, sehingga praktik greenwashing dapat mengurangi kredibilitas
sinyal ESG yang disampaikan perusahaan kepada investor. Lebih lanjut, hasil
penelitian mengindikasikan bahwa kinerja ESG efektif menurunkan risiko jatuhnya
harga saham saat tingkat greenwashing rendah sebaliknya efek ini melemah
ketika greenwashing meningkat.
This
study aims to examine whether ESG performance mitigates stock price crash risk and
analyze the moderating role of greenwashing. This study is conducted on firms listed
in the capital markets of the ASEAN-5 countries (Indonesia, Malaysia,
Singapore, Thailand, and Philippines) during the period 2020–2024. ESG
performance is measured using a comprehensive ESG score that reflects the
company's performance in environmental, social, and governance dimensions,
while greenwashing is proxied by the gap between ESG disclosure and actual ESG
performance as well as by indicators of financial reporting opacity. The sample
consists of 362 firms with a total of 1,780 firm-year observations. The
analysis method used is a fixed effect model to control for unobserved
heterogeneity between companies. The results show that ESG performance has a
negative and significant effect on stock price crash risk, indicating that
companies with higher ESG performance tend to have a lower risk of stock price
crashes. However, greenwashing was found to significantly weaken the negative
effect of ESG performance on stock price crash risk, suggesting that
greenwashing practices can reduce the credibility of ESG signals conveyed by
companies to investors. Furthermore, the results indicate that ESG performance
is effective in reducing stock price crash risk when the level of greenwashing
is low however, this effect weakens as greenwashing increases.
Kata Kunci : kinerja ESG, greenwashing, risiko jatuhnya harga saham, ASEAN-5.