Pengaruh Skor ESG terhadap Kinerja Keuangan dengan Kepemilikan Perusahaan sebagai Variabel Pemoderasi: Studi pada Bursa Efek Indonesia
Citra Dewi Fitriyani, R. Agus Sartono, Prof., Dr.,M.B.A
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Peningkatan perhatian global terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola mendorong perusahaan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis, menjadikan skor ESG sebagai acuan utama dalam menilai komitmen korporasi terhadap praktik berkelanjutan. Di Indonesia, urgensi penerapan ESG semakin meningkat seiring dengan penguatan regulasi melalui POJK Nomor 51/POJK.03/2017 serta berkembangnya indeks IDX ESG Leaders sebagai referensi bagi investor. Dominasi perusahaan keluarga dalam perekonomian nasional menjadikan struktur kepemilikan faktor penting dalam memahami efektivitas implementasi ESG, sebagaimana dijelaskan oleh perspektif Socioemotional Wealth (SEW), teori Legitimasi, dan teori Pemangku Kepentingan. Penelitian ini menganalisis pengaruh skor ESG terhadap kinerja keuangan dengan kepemilikan perusahaan sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel terhadap perusahaan terbuka di Indonesia selama periode 2020–2024 dengan memanfaatkan data skor ESG beserta dimensinya, ROA, dan Tobin’s Q dari database Reuters dan Osiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor ESG beserta dimensinya tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, baik dari perspektif fundamental maupun pasar. Namun, kepemilikan perusahaan terbukti secara empiris memperkuat hubungan antara skor dimensi lingkungan dan Tobin’s Q. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran struktur kepemilikan dalam memperkuat nilai pasar dari praktik keberlanjutan pada konteks pasar negara berkembang.
The increasing global attention to environmental, social, and governance (ESG) issues has encouraged companies to integrate sustainability principles into their business strategies, making ESG scores a key benchmark for assessing corporate commitment to sustainable practices. In Indonesia, the urgency of ESG implementation has intensified alongside strengthened regulations through POJK Number 51/POJK.03/2017 and the development of the IDX ESG Leaders Index as a reference for investors. The dominance of family firms in the national economy positions ownership structure as an important factor in understanding the effectiveness of ESG implementation, as explained by the Socioemotional Wealth (SEW) perspective, Legitimacy Theory, and Stakeholder Theory. This study examines the effect of ESG scores on financial performance, with corporate ownership as a moderating variable, in companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The analysis employs panel data regression on publicly listed Indonesian firms during the 2020–2024 period using ESG scores and their dimensions, ROA, and Tobin’s Q obtained from the Reuters and Osiris databases. The results indicate that ESG scores and their individual dimensions do not have a significant effect on financial performance, either from a fundamental or market perspective. However, corporate ownership is empirically proven to strengthen the relationship between the environmental dimension score and Tobin’s Q. These findings provide a more comprehensive understanding of the role of ownership structure in enhancing the market value of sustainability practices within the context of emerging markets.
Kata Kunci : Lingkungan, Sosial, Tata Kelola, ESG, ROA, Tobin’s Q, Kepemilikan Perusahaan.