Laporkan Masalah

Manajemen risiko fase konstruksi dengan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) Proyek Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena.

KARTIKA LESTARI, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Didalam proyek infrastruktur, salah satu risiko yang dihadapi adalah risiko pada fase konstruksi. Risiko fase konstruksi memberikan pengaruh dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan siklus proyek secara keselurahan. Hal tersebut dapat di mitigasi dengan penerapan manajemen risiko yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko fase konstruksi serta mengidentifikasi kemungkinan dan dampak pada proyek KPBU Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Elelim. Setelah itu dirumuskan mitigasi risiko yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode ini merupakan metode populer yang sering di pakai dalam penelitian manajemen risiko. Metode ini bertujuan mencari Risk Priority Number  (RPN) dengan mengukur dan mengalikan tingkat keparahan (severity), tingkat kejadian (occurence) dan tingkat deteksi (detection). Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa tidak ada risiko yang memiliki RPN ? 80 (merah) atau di tolak. 4 risiko memiliki nilai RPN antara 40 sampai 79 (oranye) yang perlu tanggapan segera berupa programing & controlling. Risiko yang memiliki nilai RPN antara 20 sampai 39 (kuning) sebanyak 27 risiko, yang perlu tanggapan berupa programing & controlling. Serta terdapat 5 risiko diterima yang memiliki nilai RPN < 20>terjadinya konflik antar suku” disebabkan oleh keberadaan multi suku sepanjang 50,14 km area proyek dimana masih kentalnya sifat primordialisme dari masing-masing suku”. Rencana mitigasi atas peristiwa risiko tersebut berupa tindakan korektif yaitu peningkatan koordinasi dan komunikasi yang komprehensif dengan  tokoh adat (Ondoafi) dan pihak keamanan untuk memastikan aktivitas  proyek tidak melanggar norma setempat. Sedangkan untuk tindakan preventif yang direncanakan yaitu melakukan pemetaan pemangku kepentingan dan menyusun matrik komunikasi untuk membantu menangkap isu lebih cepat.

In infrastructure projects, one of the risks encountered is the risk arising during the construction phase. Construction-phase risks have a significant impact on the continuity of the overall project life cycle. These risks can be mitigated through the implementation of effective risk management. This study aims to identify potential construction-phase risks and to assess their likelihood and impact in the Trans Papua Road PPP Project, Jayapura–Wamena Section, Mamberamo–Elelim Segment. Based on these findings, appropriate risk mitigation measures are formulated. The method used in this research is Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), a widely used method in risk management studies. This method aims to determine the Risk Priority Number (RPN) by assessing and multiplying the severity, occurrence, and detection levels. Data collection was conducted through literature review, Focus Group Discussions (FGD), and interviews. The results of the study show that none of the risk events have an RPN ? 80 (red) or are categorized as rejected. A total of 4 risks have RPN values between 40 and 79 (orange), requiring immediate response in the form of programming and controlling. There are 27 risks with RPN values between 20 and 39 (yellow), which also require programming and controlling action. Additionally, 5 risks are categorized as acceptable with RPN values < 20>

Kata Kunci : Manajemen Risiko Fase Konstruksi, Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Eleli, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

  1. S2-2025-530933-abstract.pdf  
  2. S2-2025-530933-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-530933-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-530933-title.pdf