Laporkan Masalah

Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Subang

KOMALASARI, Prof.Dr. A.R. Karseno, MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja RSUD Kabupaten Subang. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa arsip-arsip atau dokumendokumen yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Alat analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja RSUD Kabupaten Subang adalah Tingkat Pemanfaatan Tempat Tidur atau yang lebih dikenal dengan Bed Occupancy Rate (BOR) untuk mengukur efisiensi pemanfaatan tempat tidur dan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur tingkat efisiensi input dan output. DEA merupakan suatu alat analisis yang mengukur efisiensi relatif suatu kegiatan ekonomi. Dalam penelitian ini, kinerja RSUD Kabupaten Subang diperbandingkan dengan RSUD sekitar yang masih ada dalam wilayah Provinsi Jawa Barat yaitu RSUD Kabupaten Sumedang dan RSUD Kabupaten Purwakarta. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, selama periode penelitian yaitu dari tahun 2000-2003 BOR RSUD Kabupaten Subang cenderung menurun dengan ratarata BORnya sebesar 78,29%, namun baik angka BOR untuk masing-masing tahun maupun angka BOR rata-rata semuanya masih menunjukkan Kinerja RSUD Kabupaten Subang masih dikategorikan efisien. Untuk ukuran kinerja dari sisi efisiensi input dan output, RSUD Kabupaten Subang dan RSUD Kabupaten Purwakarta selama periode penelitian yaitu tahun 2000-2003 dapat mencapai tingkat efisiensi yang konstan sebesar 100% dengan kontribusi efisiensi input dan output yang bervariasi. Hal ini berarti bahwa kedua rumah sakit tersebut dapat mempertahankan kinerjanya dengan baik selama empat tahun. Berbeda dengan RSUD Kabupaten Sumedang, pada tahun 2000, rumah sakit tersebut berkinerja kurang baik dengan pencapaian tingkat efisiensi 94,80%. Kinerja yang kurang baik tersebut disebabkan oleh pemberdayaan input-inputnya secara berlebihan (tidak efisien) yaitu tenaga medis (9,30%), tenaga paramedis (23,90%), tenaga non medis (21,10%), jumlah tempat tidur (32,60%) dan realisasi anggaran (5,20%), namun pada tahun 2001 hingga 2003, rumah sakit tersebut mengalami kenaikan kinerja dengan pencapaian tingkat efisiensi sebesar 100%.

This research was aimed to measure performance of RSUD Kabupaten Subang (the public hospital of Subang region). The data that used were secondary ones in the form of some documents related to the problem of this research. The analytical tools that used to measure performance of RSUD Kabupaten Subang were: Bed Occupancy Rate (BOR) that was to measure an efficiency rate of bed occupancy; and Data Envelopment Analysis (DEA) that was to measure an input output efficiency rate. DEA is an analytical tool to measure a relative efficiency of an economic activity. In this research, the performance of RSUD Kabupaten Subang was compared to two other hospitals in the same province (West Java) those were RSUD Kabupaten Sumedang (the public hospital of Sumedang region) and RSUD Kabupaten Purwakarta (the public hospital of Purwakarta region). The result of this research indicated that during the research periods, i.e : year 2000 up to year 2003, the BOR of RSUD Kabupaten Subang had a tendency to decrease with the average BOR of 78,29%, but both BOR for all years and average BOR indicated that the performance of RSUD Kabupaten Subang was still efficient. For performance measurement from the side of input output efficiency, RSUD Kabupaten Subang and RSUD Kabupaten Purwakarta during the research periods, those were year 2000 up to year 2003, had achieved a constant efficiency rate of 100% with various input and output efficiency contribution. It meant that both of those hospitals could maintain their well performance for 4 (four) years. Different from those, RSUD Kabupaten Sumedang, in the years of 2000 did not perform well with efficiency rate of 94.80%. It was caused by the excessive use of inputs (inefficient), i.e: medical practitioners (9.30%), paramedical practitioners (23.90%), non medical workers (21.10%), number of beds (32.60%) and real budget (14.70%). However in the year of 2001 up to 2003, its performance increased with the efficiency rate of 100.00%.

Kata Kunci : Kinerja RSUD,BOR dan DEA,BOR, Efficiency, DEA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.