Daya Dukung Kawasan dalam Pengelolaan Ekowisata berbasis Konservasi Penyu di Pantai Sukamade Taman Nasional Meru Betiri
Palguna Wiranata, Dr. Kaharuddin, S.Hut., M.Si ; Dr. drh. Subeno, M.Sc
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan
Pantai Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri merupakan habitat alami peneluran penyu hijau (Chelonia mydas). Penyu termasuk satwa dilindungi sekaligus satwa kunci di Taman Nasional Meru Betiri. Ekowisata berbasis konservasi penyu telah menjadi daya tarik utama di Pantai Sukamade, namun dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan pendaratan penyu sementara kunjungan wisatawan meningkat pada musim puncak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung habitat peneluran penyu, menghitung daya dukung ekowisata, serta menganalisis pengaruh kunjungan wisatawan dan biofisik habitat terhadap pendaratan penyu di Pantai Sukamade.
Daya dukung habitat dianalisis menggunakan Indeks Kesesuaian Habitat (IKH) berdasarkan delapan parameter biofisik yang terdiri dari komponen abiotik yaitu substrat pasir, intensitas cahaya, kemiringan pantai, lebar pantai, pH pasir, suhu pasir, dan kelembaban pasir, serta komponen biotik yaitu persentase tutupan vegetasi. Daya dukung ekowisata dihitung melalui Analisis Daya Dukung Fisik, Riil, dan Efektif. Pengaruh kunjungan wisatawan terhadap pendaratan penyu diuji menggunakan regresi linier sederhana, sementara pengaruh biofisik habitat terhadap pendaratan penyu dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Kedua analisis regresi dilakukan dengan metode Generalized Linear Model (GLM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Sukamade memiliki daya dukung habitat peneluran penyu pada kategori sangat sesuai (S1), dengan nilai Indeks Kesesuaian Habitat (IKH) sebesar 88% pada Stasiun I serta 79% pada Stasiun II dan III, sehingga kawasan ini masih mampu mendukung aktivitas pendaratan dan peneluran penyu. Daya dukung efektif ekowisata Pantai Sukamade adalah sebesar 17 orang/hari, 509 orang/bulan, dan 6.111 orang/tahun. Jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2024 (4.304 orang) dan hingga bulan Agustus 2025 (2.741 orang) masih berada di bawah batas daya dukung efektif tahunan, meskipun kunjungan pada musim puncak bulan Juli dan Agustus melebihi daya dukung efektif bulanan. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan belum berpengaruh signifikan terhadap pendaratan penyu. Sementara itu, hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel biofisik habitat belum berpengaruh signifikan terhadap pendaratan penyu, namun secara parsial lebar pantai merupakan satu-satunya parameter biofisik yang berpengaruh signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Sukamade memenuhi daya dukung kawasan untuk mengelola ekowisata berbasis konservasi penyu, karena kawasan mampu mendukung aktivitas pendaratan dan peneluran penyu serta, kawasan mampu mendukung aktivitas wisata pengamatan penyu dalam batas pemanfaatan yang dapat diterima
Sukamade Beach, located within Meru Betiri National Park, is a natural nesting habitat for green sea turtles (Chelonia mydas). Sea turtles are a protected species and serve as a key species in Meru Betiri National Park. Sea turtle conservation-based ecotourism has become a major attraction at Sukamade Beach; however, in recent years, a decline in sea turtle landings has been observed, while tourist visitation has increased during peak seasons. This study aimed to assess the carrying capacity of sea turtle nesting habitat, calculate ecotourism carrying capacity, and analyze the effects of tourist visitation and habitat biophysical factors on sea turtle landings at Sukamade Beach.
Habitat carrying capacity was evaluated using the Habitat Suitability Index (HSI), based on eight biophysical parameters comprising abiotic components, including sand substrate, light intensity, beach slope, beach width, sand pH, sand temperature, and sand moisture, as well as a biotic component represented by the percentage of vegetation cover. Ecotourism carrying capacity was calculated using physical, real, and effective carrying capacity analyses. The effect of tourist visitation on sea turtle landings was examined using simple linear regression, while the influence of habitat biophysical factors was analyzed using multiple linear regression. Both regression analyses were conducted using the Generalized Linear Model (GLM) approach.
The results indicate that Sukamade Beach has a highly suitable (S1) sea turtle nesting habitat, with Habitat Suitability Index values of 88 percent at Station I and 79 percent at Stations II and III, indicating that the area remains capable of supporting sea turtle landings and nesting activities. The effective ecotourism carrying capacity was estimated at 17 visitors per day, 509 visitors per month, and 6,111 visitors per year. Tourist visitation in 2024 (4,304 visitors) and up to August 2025 (2,741 visitors) remained below the annual effective carrying capacity threshold. However, visitation during the peak months of July and August exceeded the monthly effective carrying capacity. Simple linear regression analysis showed that tourist visitation did not have a significant effect on sea turtle landings. Meanwhile, multiple linear regression analysis indicated that, overall, habitat biophysical variables did not significantly affect sea turtle landings; however, beach width was the only biophysical parameter that showed a significant partial effect. The results of the study indicate that Sukamade Beach is able to support conservation-based sea turtle ecotourism, as the area is capable of sustaining sea turtle landing and nesting activities, while also accommodating turtle-watching tourism within acceptable limits of use
Kata Kunci : Daya Dukung Habitat, Daya Dukung Ekowisata, Ekowisata Penyu, Pantai Sukamade.