Perubahan Perfusi Serebral Diukur Dengan USG Doppler Transkranial pada Hipoglikemia Neonatal
Dimas Tri Anantyo SpA, Dr. dr. Tunjung Wibowo, MPH, M.Kes, Sp.A(K); dr. Elysa Nur Safrida, M.Sc., Sp.A(K); dr. Hesti Gunarti, Sp.Rad(K)
2025 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS ILMU KESEHATAN ANAK
Introduksi: Hipoglikemia neonatal sering terjadi pada bayi
baru lahir, terutama pada kelompok berisiko, dan dapat menimbulkan episode
berat atau berulang yang berpotensi menimbulkan kerusakan neurologis melalui
gangguan metabolisme serta perubahan hemodinamik otak. Kondisi ini memicu
peningkatan aliran darah serebral sebagai bentuk kompensasi, sehingga USG
Doppler menjadi metode yang relevan untuk menilai perubahan PI, RI, dan MFV
sebelum dan sesudah koreksi dekstrosa dalam penelitian ini.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menilai
perubahan perfusi serebral dan hubungannya dengan perubahan kadar glukosa darah
pada neonatus dengan hipoglikemia sebelum dan sesudah pemberian dekstrosa.
Metode: Penelitian ini merupakan studi quasi-eksperimental
pada neonatus dengan faktor risiko hipoglikemia untuk menilai perubahan perfusi
serebral melalui parameter USG Doppler Transkranial (PSV, EDV, MFV, PI, dan RI)
sebelum dan sesudah pemberian dekstrosa. Sampel diambil secara consecutive
sampling dan dikelompokkan berdasarkan kadar glukosa darah menjadi empat
kelompok: <25>50 mg/dL.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar CRF, alat pemeriksa glukosa
darah, serta USG Doppler Philips CV 50 dengan microconvex probe C 8-5 pada
fontanela anterior untuk menilai Arteri Serebri Anterior, dengan reliabilitas
antar pemeriksa dinilai menggunakan Fleiss’ kappa. Koreksi hipoglikemia
diberikan menggunakan dekstrosa 10% sebanyak 2 mL/kgBB.
Hasil Penelitian: Dari total 61 subjek penelitian, perbandingan kelompok hipoglikemia vs. kontrol (?50 vs. >50 mg/dL) menunjukkan bahwa rerata MFV, PI, dan RI Arteri Cerebri Anterior tidak berbeda bermakna sebelum koreksi dekstrosa (p>0,05). Pada kelompok hipoglikemia pasca koreksi, rerata MFV menurun (p = 0,08) dan PI serta RI meningkat signifikan (p<0>
Kesimpulan: Pada individu yang sama, hipoglikemia menurunkan
resistensi vascular dan meningkatkan perfusi serebral, setelah pemberian
dekstrosa efeknya berbalik. Meski demikian, besar perubahan tersebut tidak
menunjukkan hubungan linear yang bermakna antar kelompok kadar glukosa darah.
Introduction: Neonatal hypoglycemia is common among
newborns, particularly those with risk factors, and may lead to severe or
recurrent episodes that can cause neurological injury through metabolic
disturbances and alterations in cerebral hemodynamics. This condition triggers
an increase in cerebral blood flow as a compensatory response, making Doppler
ultrasonography a relevant method to assess changes in PI, RI, and MFV before
and after dextrose correction in this study.
Objectives: To assess the changes in cerebral perfusion and
their relationship with changes in blood glucose levels in neonates with
hypoglycemia before and after dextrose administration.
Metode: This study was a quasi-experimental involving
neonates with risk factors for hypoglycemia, aiming to evaluate changes in
cerebral perfusion using Transcranial Doppler Ultrasonography parameters (PSV,
EDV, MFV, PI, and RI) before and after dextrose administration. Consecutive
sampling was applied, and subjects were categorized into four groups based on
blood glucose levels: <25>50
mg/dL. Data were collected using CRF forms, a blood glucose analyzer, and a
Philips CV 50 Doppler ultrasound equipped with a C 8–5 microconvex probe
through the anterior fontanelle to assess the Anterior Cerebral Artery, with
inter-observer reliability measured using Fleiss’ kappa. Hypoglycemia correction
was performed using 10?xtrose at a dose of 2 mL/kg of body weight.
Results: Of the 61 neonates included in the study,
comparisons between the hypoglycemia and control groups (?50 vs. >50 mg/dL)
showed no significant differences in the mean MFV, PI, and RI of the Anterior
Cerebral Artery prior to dextrose correction (p>0.05). In the hypoglycemia
group after correction, mean MFV decreased (p=0,08) while PI and RI increased
significantly.
Conclusion: Correction of hypoglycemia with dextrose
increases vascular resistance and reduces cerebral perfusion when observed
within the same individual. However, these changes do not show a meaningful
linear relationship with blood glucose levels when compared across groups.
Kata Kunci : Hipoglikemia, Neonatus, Perfusi Serebral, Dekstrosa