Analisis Mekanisme Kesuksesan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) Badan Pemeriksa Keuangan pada Pemerintah Kota Yogyakarta
Kaniya Wardayani, Prof. Irwan Taufiq Ritonga, S.E., M.Bus., Ph.D., CA.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kesuksesan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) BPK pada Pemerintah Kota Yogyakarta.
Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan studi kasus sekaligus penerapan strategi
deduktif-induktif dalam analisis data. Data dikumpulkan melalui wawancara
dengan delapan informan sekaligus divalidasi dengan triangulasi sumber dan teknik.
Konsistensi data dilakukan dengan intercoder agreement.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
mekanisme atau proses yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dalam
tindak lanjut. Proses tersebut meliputi perencanaan manajemen keberhasilan,
penentuan detail evaluasi keberhasilan, pemantauan dan pengontrolan
keberhasilan secara iteratif, evaluasi keberhasilan akhir dan persiapan
evaluasi lanjutan, serta validasi dan pelaporan keberhasilan sekaligus
penutupan. Proses tersebut dijelaskan dari kacamata Teori Success Management. Proses
yang dilakukan bersifat general dan terdapat beberapa karakteristik tindak
lanjut di Pemerintah Kota Yogyakarta yakni adanya Inspektorat yang proaktif,
sikap cekatan oleh semua pihak yang terlibat, termasuk komitmen untuk
menyelesaikan semua rekomendasi dalam jangka waktu satu tahun.
Batasan/Implikasi – Penelitian ini terbatas pada Pemerintah
Kota Yogyakarta. Implikasi jika penelitian ini tidak dilakukan maka maka proses
keberhasilan tindak lanjut atas temuan BPK tidak akan teridentifikasi. Kondisi
tersebut secara tidak langsung berpotensi menyebabkan masih banyak pemerintah
daerah yang belum menindaklanjuti rekomendasi BPK, meskipun telah diatur adanya
sanksi pidana dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004. Kelemahan langkah
konkret dari pemerintah daerah lain dalam tindak lanjut rekomendasi dapat
berdampak pada kinerja pemerintah daerah yang tidak terukur secara objektif,
tidak terselesaikannya akar permasalahan, tidak terbangunnya pembelajaran
organisasi, menurunnya kualitas pengawasan internal oleh Inspektorat, serta
menjadikan akuntabilitas bersifat semu.
Orisinalitas – Penelitian ini mengisi kesenjangan penelitian
sebelumnya terkait implementasi rekomendasi audit. Hasil penelitian diharapkan
menjadi acuan bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk menerapkan strategi
tindak lanjut dan mengimplementasikan strategi tersebut. Selain itu juga dapat
menjadi masukan bagi Kementerian Dalam Negeri untuk membuat regulasi mengenai
manajemen keberhasilan tindak lanjut untuk pemerintah daerah di Indonesia.
Objective –This study aims to analyze the mechanisms behind the successful follow-up of audit recommendations from the Supreme Audit Institution (BPK) in the Yogyakarta City Government
Research Methods – This study employed a qualitative method
with a case study approach and applied a deductive–inductive strategy in data
analysis. Data were collected through interviews from eight informants and
validated using source and technique triangulation. Data consistency was
ensured through intercoder agreement.
Findings – The results of the study indicate that the
Yogyakarta City Government implements a structured mechanism or process in
carrying out follow-up actions. This process encompasses the entire success
management lifecycle: from planning success management and defining evaluation details,
through ongoing success monitoring and control, to final evaluation and future
preparation. It also includes the validation, reporting, and closure of all
follow-up actions. These processes are explained through the lens of Success
Management Theory. The follow-up practices are general in nature but exhibit
several distinctive characteristics in the Yogyakarta City Government,
including a proactive Inspectorate, responsiveness of all involved parties, and
a strong commitment to completing all recommendations within one year.
Limitation/Implications - This study is limited to the
Yogyakarta City Government. Without this research, the success processes behind
follow-up actions on BPK findings would remain unidentified. This condition
could indirectly contribute to the continued lack of follow-up on BPK
recommendations by many regional governments, despite the existence of criminal
sanctions outlined in Law No. 15 of 2004. Weak concrete actions in follow-up
processes by other regional governments may result in unmeasured government
performance, unresolved root problems, limited organizational learning,
declining internal oversight quality by Inspectorates, and ultimately
pseudo-accountability.
Originality - This study addresses a gap in prior research
related to the implementation of audit recommendations. The findings are
expected to serve as a reference for local governments across Indonesia in
formulating and implementing follow-up strategies. The study also offers
insights for the Ministry of Home Affairs to develop regulations on success
management for follow-up actions in local governments.
Kata Kunci : Implementasi rekomendasi audit, tindak lanjut rekomendasi audit, manajemen keberhasilan