Laporkan Masalah

Perbandingan Jenis Kelamin terhadap Persepsi Standar Kecantikan Suku Jawa pada Pasien Perawatan Ortodonti di RSGM Prof Soedomo

Isnaini Astika Salwa, Dr. drg. Cendrawasih Andusyana Farmasyanti., M.Kes., Sp.Ort.(K) ; drg. Aulia Ayub, Sp.Ort.

2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Standar kecantikan merupakan konsep yang dipengaruhi faktor budaya, sosial, dan biologis, serta berperan penting dalam kepercayaan diri dan keputusan seseorang untuk menjalani perawatan ortodonti. Penelitian mengenai persepsi standar kecantikan berdasarkan jenis kelamin pada masyarakat Jawa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi standar kecantikan suku Jawa berdasarkan jenis kelamin pada pasien perawatan ortodonti di RSGM Prof. Soedomo, Universitas Gadjah Mada. 

Penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik berupa cross-sectional dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 432 mahasiswa UGM angkatan 2024 berusia 18-20 tahun, yang dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner fotometri pasien ortodonti sebelum dan sesudah perawatan. 

Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney karena distribusi data responden laki-laki tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan persepsi standar kecantikan antara responden laki-laki dan perempuan, baik sebelum maupun sesudah perawatan ortodonti p=0,915 (p<0>0,05). Akan tetapi, terdapat perbedaan signifikan persepsi antara kondisi sebelum dan sesudah perawatan ortodonti pada kedua kelompok responden p<0>0,001* (p<0>0,05), yang berarti perawatan ortodonti meningkatkan penilaian estetika pasien. Kesimpulannya, faktor jenis kelamin tidak mempengaruhi persepsi standar kecantikan, sedangkan perawatan ortodonti terbukti meningkatkan penilaian estetika wajah. Hal ini mengindikasikan bahwa persepsi standar kecantikan lebih dipengaruhi oleh faktor budaya dan sosial dibanding faktor biologis.

Beauty standards are concepts influenced by cultural, sosial, and biological factors, playing an important role in self-confidence and decisions to undergo orthodontic treatment. However, studies on beauty perception based on gender within the Javanese community remain limited. This study aimed to determine differences in the perception of Javanese beauty standards based on gender in orthodontic patients at RSGM Prof. Soedomo, Universitas Gadjah Mada. 

The research design was analytical observational type in the form of a cross-sectional survey method. The sample consisted of 432 Universitas Gadjah Mada students (class of 2024), aged 18-20 years, selected using random sampling. The research instrument was a questionnaire containing photometric images of orthodontic patients before and after treatment. 

Data were analyzed using the Mann-Whitney test because the male respondent’s data were not normally dirtributed. The results showed no significant differences in beauty perception between male and female respondents, both before and after orthodontic treatment p=0,915 (p<0>0.05). However, there significant differences in perceptions between pre and post-treatment condotions in both groups p<0>0.001* (p<0>0.05), indicating that orthodontic treatment improved aesthetic evaluations. In conclusion, gender didn’t affect the perception of beauty standards, whereas orthodontic treatment significantly improved facial aesthetics. This suggests that beauty perceptions are more strongly influenced by cultural and social factors than biological factor.

Kata Kunci : Persepsi, Standar kecantikan, Suku Jawa, Jenis kelamin, Ortodonti

  1. S1-2025-473874-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473874-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473874-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473874-title.pdf