PERAN KUALITAS REGULASI, TATA KELOLA PERUSAHAAN, DAN PEREMPUAN DI DEWAN DALAM PENGUNGKAPAN SDGS: BUKTI DARI NEGARA-NEGARA ANGGOTA APEC
Fikri Asydiqi, Mahfud Sholihin, Prof., Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust)
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi
Studi ini meneliti kondisi struktural yang membentuk pengungkapan Sustainable Development Goals (SDGs) oleh perusahaan di negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Dengan menggunakan teori agensi, teori institusional, dan teori sosialisasi gender, penelitian ini menyelidiki peran kualitas regulasi, tata kelola perusahaan, dan kehadiran perempuan di dewan terhadap pengungkapan SDGs selama periode 2019 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas regulasi, tata kelola perusahaan, dan kehadiran perempuan dalam dewan berperan signifikan dalam meningkatkan pengungkapan SDGs. Analisis lanjutan mengungkap bahwa mekanisme-mekanisme ini bekerja secara berbeda di negara maju dan berkembang, mencerminkan ketidaksimetrisan dalam kapasitas regulasi dan tingkat kematangan tata kelola perusahaan. Kualitas regulasi dan kehadiran perempuan di dewan menjadi pendorong utama pengungkapan SDGs di negara maju, sedangkan mekanisme tata kelola internal dan keterlibatan perempuan di dewan lebih berpengaruh di negara berkembang, di mana sistem regulasi masih lemah atau diterapkan secara tidak konsisten. Di kedua konteks, kehadiran perempuan dalam dewan secara konsisten meningkatkan pengungkapan SDGs, yang menunjukkan bahwa perempuan di dewan memainkan peran substantif dalam memperkuat akuntabilitas keberlanjutan. Dengan menekankan perbedaan institusional yang membentuk pengungkapan SDGs, studi ini memberikan kontribusi pada literatur dan menawarkan implikasi kebijakan untuk merancang intervensi regulasi yang sensitif terhadap konteks guna mendorong praktik keberlanjutan yang lebih inklusif dan transparan.
This study examines the structural conditions that shape corporate disclosure of the Sustainable Development Goals (SDGs) in Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) countries. Drawing on agency, institutional, and gender socialization theories, this study investigates the role of regulatory quality, corporate governance, and the presence of women on boards in the disclosure of the Sustainable Development Goals (SDGs) from 2019 to 2023. The results reveal that regulatory quality, corporate governance, and the presence of women on boards play significant roles in enhancing SDGs disclosure. Further analysis reveals that these mechanisms operate differently in developed and developing countries, reflecting asymmetries in regulatory capacity and corporate governance maturity. Regulatory quality and women on boards drive SDGs disclosure in developed countries, whereas internal governance mechanisms and women on boards matter more in developing countries where regulatory systems remain weaker or inconsistently enforced. Across both contexts, women’s presence on boards consistently enhances SDGs disclosure, suggesting that gender diversity plays a substantive role in strengthening sustainability accountability. By emphasizing the institutional disparities that shape SDGs disclosure, this study contributes to the literature and provides policy implications for designing context-sensitive regulatory interventions to promote more inclusive and transparent sustainability practices.
Kata Kunci : Pengungkapan SDGs, Kualitas Regulasi, Tata Kelola Perusahaan, Perempuan di Dewan, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)