Efek Residu Minyak Sere (Oleum Citronellae) Sebagai Rapelen Terhadap Culex Quenquefasciatus di Laboratorium
Eddy Ngatemo, Dra.Sri Sumarni, DAP&E, SU
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANSerangga terutama nyamuk dapat mengganggu manusia terutama melalui gigitannya dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam hal penyebaran penyakit. Penyakit yang disebarkan oleh nyamuk diantaranya malaria, filariasis, demam kuning, demam berdarah dan javanese B encephalitis. Usaha-usaha pencegahan penyakit tersebut diatas telah banyak dilakukan. Salah satu diantaranya memutus rantai penularan dengan cara membunuh vektor (nyamuk) atau menghindarkan diri dari gigitannya dengan cara memakai obat gosok pengusir nyamuk (repelen).Minyak sere (Oleum citronellae) telah dikenal masyarakat sebagai obat gosok pengusir nyamuk, dijumpai di pasaran dan dijual bebas dengan harga murah di toko obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek residu minyak sere sebagai repelen sehingga penggunaannya lebih tepat, terarah dan efektif. Efek residu minyak sere sebagai repelen diketahui dengan cara tiap 30 ekor nyamuk Culex quenquefasciatus betina yang telah dilaparkan dimasukkan kedalam sangkar nyamuk I, II, III. Masing-masing sangkar nyamuk berisi marmut yang seluruh tubuhnya telah diolesi minyak sere sebagai kelompok penelitian, Autan sebagai kelompok pembanding dan mirmut tanpa repelen sebagai kontrol. Jumlah nyamuk yang hinggap dan menghisap darah marmut dihitung setiap pengamatan 60, 120, 180, 240 dan 300 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata jumlah nyamuk yang hinggap pada marmut setelah diolesi autan dan minyak sere dalam waktu 180 menit, 240 menit dan 300 menit. alam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan minyak sere sebagai repelen mempunyai efek residu 4-5 jam dan sama dengan efek residu Autan.
Kata Kunci : Minyak sere, obat gosok, nyamuk