HIV Pediatrik dengan Progresi Lambat disertai Infeksi Oportunistik dan Gangguan Pertumbuhan Berat: Sebuah Laporan Kasus
Melita Puspita Sari, Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A(K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak
Pediatric slow-progressor HIV is a rare clinical phenotype in which vertically infected children remain asymptomatic and maintain partial immune function for over a decade without antiretroviral therapy. However, eventual immune decline can lead to multisystem complications that are often complex to diagnose and manage in resource-limited settings. This case report describes a 12-year-old Indonesian boy with slow-progressor HIV who presented with WHO stage IV disease complicated by pulmonary tuberculosis, recurrent oral candidiasis, severe malnutrition with stunting, and neurocognitive challenges including specific learning disorder, excessive screen use, and sleep disturbance. The case underscores the importance of early detection, integrated multidisciplinary management, and psychosocial support to optimize long-term outcomes for children living with HIV in similar contexts.
HIV pediatrik dengan progresi lambat merupakan fenotipe klinis yang jarang, di mana anak yang terinfeksi secara vertikal tetap asimtomatik dan mempertahankan fungsi imun parsial selama lebih dari satu dekade tanpa terapi antiretroviral. Namun, penurunan fungsi imun yang terjadi pada akhirnya dapat menyebabkan komplikasi multisistem yang sering kali kompleks dalam hal diagnosis dan penatalaksanaan, terutama di lingkungan dengan sumber daya terbatas. Laporan kasus ini menggambarkan seorang anak laki-laki Indonesia berusia 12 tahun dengan HIV progresi lambat yang datang dengan penyakit stadium IV menurut WHO, disertai tuberkulosis paru, kandidiasis oral berulang, malnutrisi berat dengan perawakan pendek (stunting), serta gangguan neurokognitif yang meliputi gangguan belajar spesifik, penggunaan layar berlebihan, dan gangguan tidur. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini, penatalaksanaan multidisiplin yang terintegrasi, serta dukungan psikososial untuk mengoptimalkan luaran jangka panjang pada anak dengan HIV dalam konteks serupa.
Kata Kunci : pediatric slow-progressor HIV; opportunistic infections; tuberculosis; malnutrition; neurocognitive disorder; resource-limited settings