Pengaruh Kinerja Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (LST) Terhadap Pengambilan Risiko Perusahaan ASEAN 5: Peran Moderasi Kepemilikan Institusional
Anggelia Syahputri, Zuni Barokah, S.E., M.Comm., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Lingkungan, Sosial
dan Tata Kelola (LST) terhadap tingkat pengambilan risiko perusahaan dan peran
kepemilikan institusional dalam memoderasi pengaruh kinerja LST terhadap
pengambilan risiko perusahaan. Sampel penelitian adalah perusahaan publik
non-keuangan di kawasan ASEAN-5 periode 2018-2022 dengan menyertakan tahun
2023-2024 untuk menghitung volatilitas laba dan volatilitas return
sebagai proksi pengambilan risiko perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling sehingga diperoleh 990 oberservasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kinerja LST berpengaruh negatif terhadap tingkat
pengambilan risiko perusahaan. Peran moderasi kepemilikan institusional
menunjukkan bahwa kepemilikan institusional melemahkan hubungan negatif antara
kinerja LST dan pengambilan risiko perusahaan. Analisis tambahan menunjukkan efek
negatif kinerja LST terhadap pengambilan risiko hanya signifikan pada sub
sampel kepemilikan institusional rendah. Dalam kondisi kepemilikan
institusional yang rendah, kinerja LST berperan sebagai sumber informasi dan
mekanisme transparansi untuk menekan pengambilan risiko perusahaan. Namun, pada
kepemilikan institusional yang tinggi, fungsi pengawasan sudah efektif menurunkan
asimetri informasi dan mendorong pengambilan risiko strategis jangka panjang,
sehingga melemahkan pengaruh negatif LST terhadap pengambilan risiko perusahaan.
Temuan dari ASEAN sebagai ekonomi berkembang yang penting, menawarkan implikasi
terkait efektivitas kinerja LST di pasar dengan tata kelola perusahaan yang
relatif lemah. Menyoroti dampak investasi berkelanjutan terhadap perilaku
pengambilan risiko perusahaan dalam konteks regional.
This study investigates the impact of ESG performance on corporate risk-taking and examines whether institutional investors moderate this relationship. The sample consists of non-financial publicly listed companies in the ASEAN-5 countries over the period 2018–2022, with data from 2023–2024 used to calculate earnings volatility and return volatility as proxies for corporate risk-taking. Using purposive sampling, this study obtains 990 observations and finds a significant negative relationship between corporate ESG performance and risk-taking. Institutional ownership weakens the negative relationship between ESG performance and corporate risk-taking. Additional analysis shows that the negative impact of ESG performance on corporate risk-taking is more pronounced in firms with lower institutional ownership. Under low institutional ownership, ESG performance serves as a source of information and a transparency mechanism to reduce corporate risk-taking. However, in high institutional ownership, effective monitoring reduces information asymmetry and encourages long-term strategic risk-taking, thereby weakening the negative effect of ESG performance on corporate risk-taking. The findings from ASEAN, as an important emerging economy, offer implications regarding the effectiveness of ESG performance in markets with relatively weak corporate governance. It also highlights the impact of sustainable investment on corporate risk-taking behavior in a regional context.
Kata Kunci : ASEAN, Kepemilikan Institusional, Kinerja LST, Pengambilan Risiko Perusahaan