PERILAKU BERSARANG BURUNG-BURUNG DI PERBUKITAN MENOREH UNTUK MENDUKUNG KONSERVASI BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PROGRAM ADOPSI SARANG
Zulqarnain Assiddiqi, Dr.rer.silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc. ; Dr. Sebastianus van Balen
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan
Perbukitan Menoreh merupakan kawasan penting bagi
konservasi burung di Yogyakarta, dengan sejumlah desa seperti Jatimulyo dan
Purwosari mencatat keanekaragaman jenis burung, termasuk spesies endemik dan
terancam punah seperti Cyornis banyumas, Alophoixus bres, dan
Rubigula dispar. Namun, minimnya informasi ilmiah tentang perilaku berbiak
spesies tersebut menyulitkan pengembangan program konservasi seperti adopsi
sarang burung yang telah berhasil diterapkan di Jatimulyo sejak 2016. Program
ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dan
nilai ekonomi lahan, namun masih terbatas jangkauannya. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku dan habitat bersarang
burung-burung penting serta persepsi masyarakat di wilayah Girimulyo dan Kaligesing,
guna memperluas dan memperkuat penerapan program konservasi berbasis
masyarakat. Penelitian ini mencatat 18 sarang dari 6 spesies burung penting di
kawasan agroforestri perbukitan Menoreh selama Oktober 2024 hingga Juni 2025,
menunjukkan bahwa habitat ini mendukung reproduksi burung biparental
seperti Alophoixus bres, Cyornis banyumas, Pellorneum capistratum,
Psilopogon javensis, Rubigula dispar, dan Spilornis cheela. Perilaku
dominan yang diamati adalah aktivitas memberi pakan anak, dengan pemilihan
lokasi sarang yang bervariasi tergantung spesies dan kondisi lingkungan. Uji
coba program adopsi sarang di Jatimulyo menunjukkan perubahan persepsi
masyarakat ke arah positif, meskipun belum semua variabel menunjukkan pengaruh
signifikan.
The Menoreh Hills in Yogyakarta represent a critical landscape for bird conservation, with villages such as Jatimulyo and Purwosari recording high avian diversity, including endemic and threatened species (Cyornis banyumas, Alophoixus bres, Rubigula dispar). Despite this importance, limited scientific knowledge of breeding behavior constrains the development of community-based conservation initiatives, such as the nest adoption program successfully piloted in Jatimulyo since 2016. This study investigates nesting ecology and parental care of key bird species, alongside community perceptions in Girimulyo and Kaligesing, to inform the expansion of participatory conservation strategies. Between October 2024 and June 2025, we documented 18 nests of six focal species (Alophoixus bres, Cyornis banyumas, Pellorneum capistratum, Psilopogon javensis, Rubigula dispar, Spilornis cheela) within agroforestry habitats. Observations revealed biparental care dominated by chick provisioning, with nest site selection varying across species and environmental conditions. Preliminary trials of nest adoption demonstrated positive shifts in community attitudes, though not all measured variables showed significant change. These findings highlight the potential of agroforestry systems to support avian reproduction and underscore the value of integrating ecological research with community engagement to strengthen conservation outcomes in the Menoreh Hills.
Kata Kunci : Kata kunci: perilaku bersarang, habitat bersarang, uji coba adopsi sarang, persepsi masyarakat, perbukitan Menoreh / Keywords: nesting behavior, nesting habitat, nest adoption trial, community perception, Menoreh Hills