FACTORS THAT AFFECT VILLAGE’S CAPACITY TO GENERATE OWN-SOURCE REVENUE
Sri Danarto, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, MSi,
2025 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Keuangan publik adalah bidang studi yang relevan yang mencakup pendapatan dan pengeluaran pemerintah. Pendapatan sangat penting bagi pemerintah daerah untuk membiayai layanan publik. Di Indonesia, pendapatan pemerintah daerah didorong oleh tiga sumber: pendapatan asli daerah, transfer, dan pendapatan lainnya. Desa di Indonesia, sebagai tingkat pemerintahan terendah dalam hierarki administrasi Indonesia, menghasilkan PADes dari pungutan jasa, kegiatan usaha, dan kegiatan legal lainnya. Desa di Indonesia tidak memiliki kewenangan perpajakan. Banyak desa kesulitan dengan kewenangan yang terbatas ini. Lebih dari 90% pendapatan desa berasal dari transfer, menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada pemerintah pusat.
Studi ini menggunakan regresi kuantil untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas desa untuk menghasilkan pendapatan dari sumber sendiri. Meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi desentralisasi fiskal di pemerintah daerah Indonesia, hanya sedikit yang berfokus pada desa. Studi ini menggunakan desa di Bali, Indonesia, sebagai sampel penelitian. Desa di Bali dipilih karena menawarkan beragam kapasitas fiskal. Pada tahun 2024, beberapa desa di Bali melaporkan pendapatan asli daerah nol, sedangkan desa lainnya menghasilkan lebih dari Rp 500 juta, hal ini menggambarkan keragaman dan menjadikannya kasus yang menarik untuk diselidiki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi, kepadatan penduduk, dan pendidikan pejabat desa berpengaruh secara signifikan secara statistik terhadap kapasitas desa untuk menghasilkan pendapatan asli desa. Studi ini mengusulkan agar desa menjalankan usaha yang sesuai dengan karakteristik penduduknya. Desa dengan kepadatan penduduk tinggi cocok untuk pendapatan berbasis jasa. Lebih lanjut, penelitian ini juga mengusulkan agar pemerintah pusat mengadopsi kebijakan yang mendorong pemerintah desa untuk mengangkat, mempertahankan, dan meningkatkan jumlah pejabat desa dengan tingkat pendidikan tinggi.
Public finance is a relevant area of study encompassing government revenue and expenditure. Revenue is crucial for local governments to fund public services. In Indonesia, revenue from local governments is driven by three sources: own-source revenue, intergovernmental transfers, and other lawful income. Indonesian villages, as the lowest level of government in the Indonesian administrative hierarchy, generate their own revenue from service charges, business activities, and other legal activities. Indonesian villages do not have taxation power. Many villages struggled with this limited authority. More than 90% of a village’s income comes from transfers, indicating its high dependence on the central government.
This study is using quantile regression to examine the factors that influence villages’ capacity to generate own-source revenues. While much research has explored fiscal decentralization in Indonesian local governments, few have focused on villages. This study used villages in Bali, Indonesia, as a study sample. Balinese villages were selected because they offer a diverse range of fiscal capacities. In 2024, some villages in Bali reported zero own-source revenue, whereas others generated over IDR 500 million, illustrating diversity and making them a compelling case for investigation. The results show that population, density, and education of the village officials exert statistically significant influences on the capacity of villages to generate own-source revenue. This study proposes the village to conduct business that are suitable with their population characteristics. Villages with high density are suitable for service based revenue. Furthermore, this study also proposes that the central government should adopt policies that encourage village governments to appoint, retain, and increase village officials with high educational levels.
Kata Kunci : decentralization, local government, village, fiscal independence