Tinjauan Histopatologik Keganasan Paru di Laboratorium Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran UGM/RSUP. Dr. Sardjito Periode 1994 – 1996
Rr Titie Purwaningsari, dr. Ahmad Ghozali
1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERANKeganasan paru merupakan salah satu keganasan yang penting, sebab disamping angka indensinya yang terus meningkat, keganasan ini biasanya juga selalu terlambat untuk didiagnosa sehingga angka kematiannya cukup tinggi. Tujuan penelitian retrospektif ini adalah untuk mengetahui insidensi keganasan paru, baik keganasan paru primer (dari dalam paru itu sendiri) maupun keganasan paru sekunder (keganasan yang metastase ke paru) di Laboratorium Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran UGMIRSUP. Dr. Sarjito selama kurun waktu 3 tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 1994 sampai 31 Desember 1996. Dengan menekankan pada histopatologik dapat diketahui jenis keganasan paru yang paling sering terjadi serta distribusinya menurut umur, jenis kelamin dan lokasi tersering ditemukannya keganasan paru. Selama kurun waktu 3 tahun, dapat dikumpulkan 165 kasus keganasan paru. Kelompok umur 60-69 tahun merupakan kelompok yang paling banyak menderita keganasan paru, yaitu sebanyak 53 orang, menyusul kelompok umur 50-59 tahun pada urutan kedua (45 orang) dan kelompok umur 70-79 tahun pada urutan ketiga (28 orang). Keganasan paru lebih banyak ditemukan pada pria (100 orang) dibanding wanita (65 orang). Lokasi tersering keganasan paru ditemukan pada paru kanan (64 kasus). Jenis keganasan paru yang paling banyak adalah jenis karsinoma sel skuamosa (42,42%) dari keseluruhan kasus yang ditemukan menyusul adenokarsinoma (38,18%), karsinoma sel kecil (6,06%), karsinoma sel besar (3,64%), mesotelioma (1,21%) dan keganasan paru sekunder (8,48%).
Kata Kunci : Keganasan paru, primer dan sekunder, histopatologik