INADEQUATE POST-OPERATIVE NUTRITION MANAGEMENT LEAD TO INCREASED MORBIDITY IN CHILDREN
Muhammad Anis Baskara, dr. Desy Rusmawatiningtyas, M.Sc, Sp.A(K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak
Latar Belakang: Nutrisi pascaoperasi merupakan determinan penting dalam proses pemulihan pasien bedah anak. Manajemen nutrisi pascaoperasi yang tidak adekuat dapat menyebabkan malnutrisi rumah sakit (hospital-acquired malnutrition / HaM), memperlambat pemulihan, serta meningkatkan morbiditas. Laporan kasus ini menggambarkan perjalanan klinis seorang pasien anak dengan malnutrisi pascaoperasi yang disertai sekuel meningoensefalitis bakterial.
Presentasi Kasus: Seorang anak perempuan berusia 11 tahun menjalani reseksi usus halus akibat volvulus midgut, kemudian mengalami gizi buruk, hiponatremia akibat syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH), serta sekuel neurologis akibat meningoensefalitis bakterial. Periode pascaoperasi pasien dipersulit oleh manajemen nutrisi yang tidak optimal, yang menyebabkan penurunan berat badan sebesar 6,2 kg (24,8?ri berat badan awal). Rehabilitasi nutrisi melalui pemberian nutrisi enteral tinggi kalori, suplementasi zinc, dan multivitamin secara bertahap memperbaiki status nutrisi dan kondisi neurologis pasien. Setelah enam bulan pemantauan, pasien menunjukkan pemulihan neurologis penuh serta perbaikan status gizi menjadi gizi kurang.
Pembahasan: Nutrisi pascaoperasi yang tidak adekuat merupakan faktor penyumbang morbiditas yang sebenarnya dapat dicegah pada pasien pediatri. Pemberian nutrisi enteral dini yang disertai pemantauan multidisiplin terbukti dapat menurunkan komplikasi pascaoperasi dan mempercepat pemulihan. Laporan kasus ini menegaskan pentingnya dukungan nutrisi yang tepat waktu, serta pemantauan elektrolit yang ketat, khususnya pada pasien dengan keterlibatan sistem saraf pusat.
Kesimpulan: Malnutrisi pascaoperasi pada anak meningkatkan risiko terjadinya komplikasi neurologis dan sistemik. Penatalaksanaan nutrisi yang terstruktur, tepat waktu, dan individual sangat penting untuk memperbaiki luaran pascaoperasi serta mencegah terjadinya malnutrisi yang didapat di rumah sakit.
Background: Postoperative nutrition is a critical determinant of recovery in pediatric surgical patients. Inadequate postoperative nutritional management can lead to hospital-acquired malnutrition (HaM), delayed recovery, and increased morbidity. This case describes the clinical progression of a pediatric patient with postoperative malnutrition and bacterial meningoencephalitis sequelae.
Case Presentation: An 11-year-old girl underwent small bowel resection for midgut volvulus and subsequently developed severe acute malnutrition, hyponatremia due to the syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH), and neurological sequelae from bacterial meningoencephalitis. Her postoperative period was complicated by poor nutritional management, leading to a 6.2 kg weight loss (24.8% of initial weight). Nutritional rehabilitation using high-calorie enteral feeding, zinc, and multivitamin supplementation gradually improved her nutritional and neurological status. After six months of follow-up, the patient showed full neurological recovery and improved nutritional status to moderate acute malnutrition.
Discussion: Inadequate postoperative nutrition is a preventable contributor to morbidity in pediatric patients. Early enteral nutrition, combined with multidisciplinary monitoring, reduces postoperative complications and promotes recovery. This case underscores the significance of timely nutritional support and careful monitoring of electrolytes, particularly in patients with central nervous system involvement.
Conclusion: Postoperative malnutrition in children increases the risk of neurological and systemic complications. Structured, timely, and individualized nutritional care is essential to improve postoperative outcomes and prevent hospital-acquired malnutrition.
Kata Kunci : postoperative nutrition, hospital-acquired malnutrition, meningoencephalitis, pediatric surgery, case report