ANALISIS FAKTOR PROGNOSIS DAN MANAJEMEN TERPADU PASIEN DENGAN MULTIPLE PITUITARY HORMONE DEFICIENCY DAN MALNUTRISI
Raddhatu Rizka Faridha Safitri, Prof. dr. Madarina Julia, MPH. Ph.D, Sp.A(K); dr. Endy P. Prawirohartono, MPH, Sp.AK
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Kedokteran Klinik
Latar belakang: Defisiensi hormon
pertumbuhan (GHD) yang disertai defisiensi hormon hipofisis lain (multiple
pituitary hormone deficiency) merupakan kondisi langka yang dapat
menyebabkan perawakan pendek, gangguan metabolik, dan keterlambatan
perkembangan. Komorbid seperti hipotiroidisme dan gizi buruk memperberat luaran
klinis.
Kasus: Dilaporkan seorang anak perempuan usia 2
tahun 7 bulan dengan multiple pituitary hormone deficiency (defisiensi
GH dan hipotiroid sekunder), gizi buruk, dan global developmental delay.
Pasien telah mendapat levotiroksin dan injeksi recombinant human growth hormone
(rhGH) dosis 0,04 mg/kg/hari selama satu tahun dengan respons pertumbuhan awal
12 cm/tahun. Selama 12 bulan pemantauan prospektif, dilakukan terapi gizi,
fisioterapi, dan terapi wicara. Tinggi badan meningkat 7 cm/tahun (TB/U –4,15
SD), FT4 mencapai kadar normal, status gizi membaik menjadi gizi kurang, dan
skor Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQL) meningkat dari 56,25
menjadi 78,75.
Diskusi: Respons pertumbuhan menunjukkan efektivitas
rhGH meskipun peningkatan berat badan belum optimal akibat keterbatasan asupan
oral dan gangguan oromotor. Terapi multidisiplin terbukti meningkatkan kualitas
hidup dan fungsi perkembangan. Kepatuhan terapi merupakan faktor prognosis
utama keberhasilan.
Kesimpulan: Pendekatan komprehensif dan pemantauan jangka panjang diperlukan pada anak dengan MPHD dan gizi buruk untuk mencapai perbaikan pertumbuhan, fungsi endokrin, dan kualitas hidup
Background: Growth hormone deficiency
(GHD) with additional pituitary hormone deficits (multiple pituitary hormone
deficiency, MPHD) is a rare condition that may cause growth failure and
developmental delay. Coexisting hypothyroidism and malnutrition worsen
prognosis.
Case: A 2-year-7-month-old girl with MPHD (GH and
secondary hypothyroidism), severe malnutrition, and global developmental delay
received levothyroxine and recombinant human growth hormone (rhGH) 0.04
mg/kg/day for one year. During 12-month prospective follow-up involving
nutritional therapy, physiotherapy, and speech therapy, height increased by 7
cm/year (height-for-age –4.15 SD), FT4 normalized, nutritional status improved
to “moderate malnutrition,” and PedsQL score rose from 56.25 to 78.75.
Discussion: rhGH therapy was effective
in improving growth, although weight gain remained suboptimal due to persistent
oromotor dysfunction. Multidisciplinary management improved developmental
milestones and quality of life. Treatment adherence was the key prognostic
factor.
Conclusion: Comprehensive
multidisciplinary care and long-term monitoring are essential in children with
MPHD and malnutrition to optimize endocrine outcomes and life quality.
Kata Kunci : multiple pituitary hormone deficiency, growth hormone deficiency, hipotiroid sekunder, gizi buruk, kualitas hidup.